7 Ciri Murai Batu Akan Mengalami Mabung dan Cara Mengatasinya

Anda tentu paham betul bahwa menjaga murai batu tetap gacor sepanjang tahun adalah seni tersendiri. Namun ada satu fase alami yang tidak bisa dihindari oleh setiap pemilik burung kicauan, yaitu mabung atau molting. Fase ini adalah siklus fisiologis di mana murai batu mengganti bulu tua dengan bulu baru yang lebih sehat.

Proses mabung berlangsung sekitar 1 hingga 3 bulan dan membutuhkan pengelolaan nutrisi yang cermat, terutama bagi Anda yang sedang mempersiapkan setingan extra fooding untuk lomba mendatang. Mengenali tanda awal mabung membantu Anda menyesuaikan rawatan harian agar murai batu kembali gacor setelah fase ini selesai. Berikut adalah ciri utama yang menandakan murai batu Anda akan segera memasuki periode mabung beserta strategi penanganan yang tepat.

Bulu Menjadi Kusam dan Kehilangan Kilau

Tanda pertama yang paling mudah diamati adalah perubahan tekstur dan warna bulu murai batu. Bulu yang biasanya berkilau dan rapat mulai terlihat pudar, terutama pada bagian ekor dan sayap. Warna hitam pekat pada tubuh murai batu berubah menjadi kecokelatan dan kehilangan intensitasnya. Struktur keratin bulu yang sudah tua membuat permukaan bulu terlihat kering dan pecah pecah seperti sisir yang rusak.

Kondisi ini menandakan bahwa folikel bulu sudah memasuki fase akhir siklus hidupnya dan siap untuk digantikan. Oleh karena itu, Anda perlu mulai mempersiapkan perubahan setingan extra fooding dengan meningkatkan asupan protein dari jangkrik, kroto, dan ulat hongkong agar pertumbuhan bulu baru dapat berjalan optimal.

BACA JUGA: Cara Menyembuhkan Katarak Pada Murai Batu dan Penyebab Utamanya

Kerontokan Bulu Halus di Dasar Sangkar

Selanjutnya, Anda akan menemukan bulu halus bertebaran di dasar sangkar murai batu. Kerontokan ini biasanya dimulai dari area sekitar mata, kepala, dan dada sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Bulu halus ini disebut down feathers dan merupakan sinyal paling nyata bahwa proses mabung sudah dimulai. Pada fase ini, murai batu akan terlihat kurang rapi dan bahkan botak di beberapa bagian wajahnya, terutama di sekitar ring mata.

Kondisi ini wajar dan tidak perlu dikhawatirkan selama Anda menjaga kebersihan sangkar dengan membersihkan rontokan bulu secara rutin. Kebersihan sangkar sangat penting untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri yang dapat menyerang murai batu saat sistem imunnya sedang menurun akibat energi yang tercurah untuk mabung.

BACA JUGA: 7 Extra Food Yang Bikin Kicau Murai Batu Tambah Gacor

Penurunan Drastis Aktivitas Kicau

Murai batu yang biasanya gacor dan rajin ngerol tiba tiba menjadi pendiam atau bahkan macet bunyi. Fenomena ini terjadi karena tubuh burung mengalihkan seluruh energi metabolisme untuk persiapan pertumbuhan bulu baru. Aktivitas vokal yang tinggi membutuhkan stamina besar, sehingga saat mabung dimulai, murai batu secara otomatis menekan produksi suara untuk menghemat energi.

Bahkan ketika Anda mencoba memicunya dengan masteran atau trek lawan, respons burung akan sangat minimal. Jangan memaksa murai batu untuk tetap gacor di fase ini karena justru dapat memperlambat proses mabung dan menyebabkan stres berkepanjangan.

Sebagai gantinya, fokuskan perhatian Anda pada penyesuaian setingan extra fooding dengan mengurangi porsi jangkrik namun menambah kroto untuk menjaga keseimbangan nutrisi tanpa memicu birahi berlebihan.

BACA JUGA: 7 Langkah Mengatasi Koksidiosis Pada Murai Batu

Stamina dan Performa Menurun Signifikan

Ketika Anda mencoba melatih murai batu di gantangan atau umbaran, burung akan tampak cepat lelah dan kurang responsif. Performanya menurun drastis dibandingkan kondisi normal, bahkan murai batu yang biasanya memiliki fighter spirit tinggi akan terlihat loyo dan enggan untuk ngeplay. Saat bertemu dengan lawan, murai batu cenderung mengembangkan bulu atau mengkorok tanpa mengeluarkan tembakan rapat yang biasa menjadi andalannya.

Ini adalah indikasi bahwa kondisi fisik sedang tidak prima dan semua energi dialokasikan untuk proses internal pembentukan bulu baru. Oleh karena itu, hindari mendaftarkan murai batu ke lomba atau latber saat fase ini karena tekanan mental dari kompetisi dapat memperparah kondisi mabung dan bahkan menyebabkan drop mental yang sulit dipulihkan.

BACA JUGA: 7 Langkah Menyembuhkan Murai Batu dari Penyakit Tetelo

Perubahan Temperamen dan Perilaku Harian

Murai batu yang memasuki fase mabung menunjukkan perubahan perilaku yang cukup mencolok. Beberapa individu menjadi lebih pendiam dan pasif, menghabiskan waktu lebih lama di tangkringan tanpa banyak bergerak.

Sementara individu lain justru menjadi lebih sensitif terhadap gangguan kecil di sekitar sangkar, meskipun tidak menunjukkan agresi dalam konteks tarung seperti biasanya. Nafsu makan juga bisa berubah, ada yang menurun drastis dan ada yang justru rakus terhadap pakan tinggi protein.

Perubahan ini adalah respons alami tubuh terhadap kebutuhan nutrisi yang meningkat untuk sintesis keratin bulu baru. Anda perlu mencatat pola makan murai batu selama mabung untuk menyesuaikan setingan extra fooding secara individual, karena setiap burung memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda selama proses ini berlangsung.

BACA JUGA: List 5 Murai Batu yang Tidak Boleh Dilombakan

Munculnya Tunas Bulu Baru Seperti Jarum

Pada tahap lanjut mabung, Anda akan melihat munculnya tunas bulu baru yang menyerupai jarum kecil berwarna keabuan atau putih di area kepala, leher, dan punggung. Tunas ini disebut pin feather dan merupakan bulu baru yang masih terbungkus oleh selubung keratin.

Kemunculan pin feather menandakan bahwa proses pertumbuhan bulu sudah berjalan dengan baik. Namun fase ini juga adalah periode paling rentan karena sentuhan fisik pada tunas bulu dapat menyebabkan rasa nyeri dan iritasi pada murai batu.

Oleh karena itu, batasi aktivitas mandi dan penjemuran pada fase ini. Mandi cukup dilakukan satu hingga dua kali seminggu dengan air hangat, dan penjemuran singkat sekitar 10 hingga 15 menit di pagi hari untuk menjaga kesehatan tanpa membebani proses pertumbuhan bulu.

BACA JUGA: 8 Cara Menurunkan Birahi Murai Batu Secara Baik

Berhenti Total Aktivitas Reproduksi pada Indukan

Bagi Anda yang memiliki murai batu untuk tujuan penangkaran, tanda paling jelas adalah berhentinya seluruh aktivitas reproduksi. Indukan jantan tidak akan melakukan perkawinan dan betina tidak akan bertelur sama sekali selama periode mabung. Secara biologis, siklus reproduksi ditekan atau suppressed untuk menghemat protein tubuh yang akan dialokasikan sepenuhnya untuk pertumbuhan bulu baru.

Fenomena ini sebenarnya merupakan mekanisme survival alami karena tubuh burung tidak mampu mendukung dua proses yang sama sama membutuhkan energi metabolisme tinggi secara bersamaan. Oleh karena itu, jangan memaksa murai batu untuk breeding selama mabung karena akan menyebabkan kegagalan total pada kedua proses tersebut dan berpotensi membahayakan kesehatan burung secara permanen.

BACA JUGA: 15 Manfaat Minyak Ikan untuk Murai Batu, Nomor 5 Bikin Gacor

Cara Mengatasi Murai Batu Saat Mabung

Penanganan yang tepat selama mabung menentukan kualitas bulu baru dan kecepatan murai batu kembali gacor pasca mabung. Pertama, isolasi murai batu di tempat yang sepi dan jauh dari gangguan burung sejenis atau suara bising. Gunakan full kerodong hampir sepanjang hari untuk menciptakan iklim mikro yang stabil dan membatasi aktivitas burung agar energi tersimpan maksimal.

Tingkatkan asupan protein melalui setingan extra fooding dengan memberikan jangkrik, kroto, dan ulat hongkong secara terkontrol. Protein keratin sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan bulu baru yang kuat dan mengkilap. Ketiga, hentikan aktivitas berat seperti mandi basah kuyup, penjemuran terik, dan pelatihan di umbaran karena dapat merusak pori pori kulit dan menghambat pertumbuhan tunas bulu.

Jaga kebersihan sangkar dengan membersihkan kotoran dan rontokan bulu setiap hari untuk mencegah pertumbuhan jamur. Terakhir, berikan suplemen multivitamin dan omega 3 dua hingga tiga kali seminggu untuk mempercepat proses mabung dan meningkatkan kualitas bulu. Dengan perawatan yang konsisten dan setingan extra fooding yang tepat, murai batu Anda akan kembali gacor dan siap untuk lomba setelah mabung selesai sempurna dalam waktu 8 hingga 10 minggu.

Scroll to Top