5 Langkah Membersihkan Kutu dan Tungau Pada Murai Batu

Performa murai batu Anda di gantangan bisa anjlok drastis hanya karena masalah kecil yang sering diabaikan oleh kicau mania pemula. Parasit eksternal seperti kutu dan tungau bukan sekadar membuat murai batu gelisah. Riset veteriner menunjukkan bahwa infestasi ektoparasit dapat menyebabkan anemia akut, kerusakan struktur bulu yang permanen, bahkan gangguan saluran pernapasan yang mengancam nyawa burung kesayangan Anda.

Literatur veteriner unggas menegaskan bahwa 90 persen populasi tungau merah bersembunyi di celah sangkar pada siang hari, bukan di tubuh murai batu. Inilah mengapa terapi yang hanya fokus pada burung tanpa membersihkan lingkungan sangat tidak efektif. Protokol veteriner modern mengharuskan pendekatan holistik yang mencakup diagnosis spesifik, pengobatan bertarget, sterilisasi menyeluruh, hingga pencegahan berkelanjutan untuk memastikan murai batu Anda kembali gacor maksimal.

Mengenali Jenis Parasit pada Murai Batu

Sebelum melakukan pengobatan pada murai batu, Anda harus memahami perbedaan biologis antara kutu dan tungau karena keduanya memerlukan pendekatan terapi yang berbeda. Kutu burung seperti Columbicola columbae adalah serangga malofagus yang memakan keratin dari bulu dan sel kulit mati. Anda dapat melihat kutu ini dengan mata telanjang merayap di helai bulu murai batu Anda.

Sementara itu, tungau adalah araknida hematofagus yang menghisap darah. Ornithonyssus sylviarum dan Dermanyssus gallinae adalah dua spesies tungau yang paling sering menyerang murai batu di Indonesia. Tungau jauh lebih kecil dan bersifat nokturnal, menyerang murai batu pada malam hari sehingga burung gelisah dan tidak bisa istirahat dengan tenang.

Ada juga air sac mites yang menyerang kantung udara internal murai batu. Jika burung Anda sering membuka paruh atau terdengar suara “cekrek” saat bernapas tanpa gejala pilek, kemungkinan besar tungau telah menyerang sistem respirasi dan burung tidak akan gacor seperti biasa.

BACA JUGA: 10 Ciri Trotol Murai Batu yang Gacor Jika Dirawat

Isolasi dan Diagnosis Awal Infestasi

Langkah pertama dalam protokol veteriner adalah melakukan diagnosis spesifik untuk menentukan jenis parasit yang menyerang murai batu Anda. Lakukan uji tiup pada siang hari dengan memegang burung dan meniup bagian tengkuk serta pangkal ekor. Kutu bulu akan terlihat memanjang dan bergerak cepat di sela batang bulu. Telur kutu tampak seperti butiran kristal putih yang menempel kuat di pangkal bulu.

Untuk mendeteksi tungau merah, lakukan uji kain putih pada malam hari. Tutup sangkar murai batu dengan kain putih dan periksa keesokan paginya. Bintik merah atau hitam kecil yang bergerak menandakan infestasi tungau darah yang keluar mencari makan saat gelap.

Segera setelah diagnosis positif, pisahkan murai batu yang terinfeksi minimal jarak lima hingga tujuh meter dari burung lain dalam sangkar karantina. Kutu dapat berpindah melalui partikel debu bulu atau kontak kerodong. Isolasi darurat ini mutlak diperlukan agar parasit tidak menyebar ke seluruh koleksi Anda dan mengganggu rawatan harian burung sehat lainnya.

BACA JUGA: 7 Ciri Murai Batu Akan Mengalami Mabung dan Cara Mengatasinya

Terapi Kimia dan Herbal untuk Membasmi Parasit

Pendekatan dual action menggabungkan metode herbal untuk penggunaan harian dan kimia untuk serangan akut memberikan hasil terbaik menurut literatur veteriner. Untuk metode herbal, rebus 20 lembar daun sirih tua dengan satu sendok teh kapur sirih dalam dua liter air hingga berubah hijau gelap. Daun sirih mengandung fenol dan kavikol yang bersifat antiseptik lima kali lebih kuat dari fenol biasa.

Untuk kasus parah pada murai batu, gunakan shampo burung yang mengandung Permethrin atau Pyrethrin. Teknik hand held washing sangat penting di sini. Jangan hanya menyemprot, tetapi pegang murai batu, basahi seluruh tubuh sambil memijat perlahan bagian bawah sayap, pangkal ekor, dan tengkuk agar obat meresap maksimal.

Khusus untuk air sac mites atau tungau penghisap darah, Anda memerlukan Ivermectin satu persen yang diteteskan pada kulit tengkuk. Cukup satu tetes saja, jangan berlebihan. Obat ini akan terserap ke aliran darah dan saat tungau menghisap darah murai batu, mereka akan keracunan. Ulangi hanya setelah 10 hingga 14 hari untuk memutus siklus hidup parasit tanpa merusak organ dalam burung.

BACA JUGA: Cara Menyembuhkan Katarak Pada Murai Batu dan Penyebab Utamanya

Sterilisasi Total Sangkar dan Lingkungan

Ini adalah langkah paling krusial yang sering diabaikan kicau mania pemula. Literatur veteriner menegaskan bahwa memandikan murai batu tanpa mensterilkan sangkar adalah percuma karena 90 persen populasi tungau bersembunyi di celah kayu dan telur kutu menetas di retakan jeruji. Siram seluruh bagian sangkar terutama tebok bawah dengan air mendidih untuk mematikan telur kutu secara instan.

Gunakan disinfektan kandang seperti Rodalon atau larutan pemutih encer perbandingan satu banding 50 untuk mencuci sangkar. Sikat sudut sudut mati dengan sikat keras. Untuk sangkar kayu jati, Anda dapat menggunakan flame gun dengan menyemprotkan api sekilas ke celah sambungan kayu tempat tungau bersembunyi jauh di dalam retakan yang tidak terjangkau air.

Buang tangkringan kayu lama dan karpet dasar sangkar, lalu ganti dengan yang baru. Aksesori berpori adalah sarang abadi bagi tungau dan kutu. Jemur sangkar di bawah sinar matahari terik selama beberapa jam karena panas dan sinar UV efektif membunuh parasit. Pastikan sangkar benar benar kering sebelum memasukkan murai batu kembali untuk mencegah kelembapan yang disukai parasit.

Pemulihan dan Pencegahan Jangka Panjang

Setelah kutu dan tungau mati, murai batu Anda akan mengalami kondisi anemia ringan karena darah dan keratin bulunya dicuri parasit selama infestasi. Berikan vitamin B Complex di air minum selama tiga hari berturut turut untuk memulihkan nafsu makan dan menenangkan saraf. Tingkatkan porsi extra fooding seperti kroto bersih sebagai sumber protein mudah cerna untuk memperbaiki sel sel bulu yang rusak.

Untuk pencegahan jangka panjang, oleskan minyak sereh pada kaki sangkar. Aroma tajam sereh tidak disukai parasit yang ingin merambat masuk. Terapkan karantina tujuh hari untuk setiap murai batu baru sebelum digantung dekat burung lama, dan berikan terapi mandi obat preventif.

Cuci semua kerodong dengan air panas dan deterjen minimal dua minggu sekali karena kerodong kotor adalah tempat favorit kutu berkembang biak. Jaga rawatan harian dengan penjemuran terukur dan voer berkualitas tinggi agar sistem imun murai batu tetap kuat melawan parasit.

Scroll to Top