Memilih murai batu untuk lomba bukanlah keputusan yang bisa Anda ambil secara sembarangan. Sebagai kicau mania yang serius menekuni dunia kompetisi, Anda tentu memahami bahwa investasi pada burung berkualitas akan menentukan performa di lapangan. Oleh karena itu, memahami peta harga murai batu di Desember 2025 menjadi langkah awal yang krusial sebelum Anda menentukan pilihan. Berikut panduan lengkap harga murai batu berdasarkan kategori dan jenisnya.
Murai Batu Trotolan
Bagi Anda yang memiliki waktu dan kesabaran untuk merawat burung sejak usia dini, murai batu trotolan menjadi pilihan strategis. Selain itu, kategori ini menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan burung dewasa. Murai trotolan (usia 2-4 bulan) yang belum terjamin jenis kelaminnya dijual dengan harga berkisar Rp180.000 hingga Rp200.000 per ekor untuk pembelian eceran. Namun demikian, jika Anda membeli dalam jumlah grosir minimal 3-5 ekor, harga bisa turun menjadi Rp180.000 per ekor.
Sementara itu, untuk trotolan yang sudah dijamin jantan dengan ring peternak, Anda perlu merogoh kocek lebih dalam sekitar Rp685.000 hingga Rp700.000 per ekor. Apabila Anda menginginkan trotolan bersertifikat dengan ring APBN atau BNR, harganya naik ke kisaran Rp730.000 hingga Rp750.000. Investasi ini sebanding dengan jaminan kualitas dan legalitas burung yang Anda dapatkan, terutama jika Anda berencana mengikuti lomba-lomba resmi yang mensyaratkan sertifikasi.
BACA JUGA: 7 Alasan Bulu Kepala Murai Batu Berdiri
Murai Batu Pastol
Kategori pastol (usia 6-8 bulan) merupakan tahap transisi yang sangat penting dalam perjalanan murai batu menuju arena kompetisi. Dengan demikian, kategori ini sangat diminati kicau mania yang ingin burung gacor dalam waktu relatif singkat. Harga murai pastol dengan ekor standar 15-16 cm berada di kisaran Rp900.000 hingga Rp1.000.000 per ekor. Burung pada kategori ini sudah mulai menunjukkan karakter suara dan mental dasar yang bisa Anda evaluasi.
Namun, jika Anda mencari pastol yang sudah mulai gacor dengan panjang ekor 17 cm, bersiaplah untuk membayar sekitar Rp1.100.000. Karakteristik ekor yang lebih panjang umumnya mengindikasikan kualitas genetik superior dan performa visual yang lebih menarik saat bertarung di gantangan. Oleh karena itu, investasi tambahan di kategori ini dapat memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan.
BACA JUGA: Cara Agar Ekor Murai Batu Bertambah Panjang Dengan Maksimal
Murai Batu Gacor Ekor Panjang
Di sinilah letak investasi sesungguhnya bagi Anda yang serius berkompetisi. Lebih jauh lagi, murai batu gacor dengan ekor panjang adalah kategori premium yang sudah terbukti memiliki performa stabil. Untuk burung dengan ekor 18 cm, harga berkisar Rp1.200.000 hingga Rp1.250.000. Sementara ekor 19 cm dihargai Rp1.300.000 hingga Rp1.400.000, dan ekor 20 cm mencapai Rp1.400.000 hingga Rp1.450.000.
Menariknya, kategori super gacor dengan ekor 21-23 cm memasuki bracket harga premium mulai dari Rp1.500.000 hingga Rp1.600.000. Burung-burung ini biasanya sudah memiliki mental lapangan yang kuat, materi isian lengkap, dan konsistensi performa yang tinggi. Bahkan, untuk ekor 24 cm ke atas, harga bisa mencapai Rp1.900.000 hingga Rp2.000.000, yang setara dengan investasi burung kontes berkualitas juara.
BACA JUGA: 7 Pantangan Murai Batu Saat Dorong Ekor
Murai Batu Berdasarkan Asal Daerah
Asal daerah burung sangat mempengaruhi karakteristik suara, fisik, dan tentunya harga jual. Oleh sebab itu, Anda perlu memahami perbedaan mendasar setiap jenis. Murai Medan, yang terkenal dengan body besar dan ekor panjang melengkung, tetap menjadi primadona dengan harga trotolan jantan Rp1.000.000 hingga Rp1.200.000 dan gacor dewasa Rp1.500.000 hingga Rp2.500.000. Karakteristik suara lantang dan menghentak membuat Medan tetap menjadi pilihan utama untuk lomba.
Selanjutnya, Murai Aceh dengan ekor yang bisa mencapai 30 cm dan suara sangat lantang dihargai Rp1.500.000 hingga Rp2.000.000 untuk jantan dewasa. Adapun Murai Nias yang memiliki ciri khas ekor hitam dan kemampuan menirukan suara burung lain dijual Rp1.300.000 hingga Rp1.500.000. Sementara Murai Borneo atau Kalimantan, yang lebih ekonomis, tersedia di range Rp750.000 hingga Rp1.358.000 tergantung kualitas dan usia.
BACA JUGA: 7 Ciri Murai Batu Macet Bunyi dan Cara Mencegahnya
Murai Batu Blorok
Murai blorok dengan corak bulu unik putih-hitam yang ekstrem kini menjadi incaran kolektor dan penghobi serius. Akibatnya, harga untuk kategori ini bisa sangat bervariasi tergantung tingkat keekslusifan corak. Trotolan blorok jantan dengan corak standar dijual mulai Rp700.000 hingga Rp2.352.000. Sedangkan pastol blorok gacor dengan corak ekstrim di area kepala, leher, dan sayap bisa mencapai Rp4.499.000 hingga Rp6.500.000.
Terlebih lagi, blorok extreme dengan simetri sempurna dan performa gacor bisa tembus hingga Rp75.000.000 untuk kategori prestasi istimewa. Namun untuk kategori semi-ekstrim yang lebih terjangkau, Anda masih bisa mendapatkan pastol blorok gacor di kisaran Rp5.000.000 hingga Rp5.500.000. Investasi ini sepadan jika Anda mengincar keunikan visual sekaligus performa lapangan yang kompetitif.
Murai Batu Spesial Kontes
Bagi Anda yang mengincar podium tertinggi di event-event prestisius seperti SMM atau Piala Kapolri, kategori spesial kontes adalah pilihan wajib. Sebagai hasilnya, harga yang ditawarkan pun mencerminkan kualitas ekstra yang dimiliki. Murai batu lapangan dengan mental tempur teruji dihargai Rp1.500.000 hingga Rp2.500.000, sementara edisi spesial kontes dari indukan juara dengan materi isian eksklusif bisa mencapai Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per ekor.


