Cara Settingan Tangkringan Murai Batu (Posisi & Jenis Kayu)

Bagi seorang Kicau Mania sejati, detail kecil dalam sangkar bisa menjadi penentu kemenangan di gantangan. Salah satu aspek yang sering dianggap sepele namun berdampak vital adalah settingan tangkringan. Burung Murai batu menghabiskan hampir seluruh hidupnya berdiri di atas kayu tersebut.

Oleh karena itu, kenyamanan kaki Murai batu adalah prioritas utama. Jika Murai batu Anda merasa tidak nyaman, jangan harap ia bisa tampil maksimal, nagen, atau mengeluarkan materi isian terbaiknya. Anda harus memahami bahwa settingan tangkringan bukan sekadar menaruh kayu, melainkan seni memahami anatomi dan kenyamanan burung juara.

Mengapa Settingan Tangkringan Sangat Vital?

Anda perlu menyadari bahwa settingan tangkringan berfungsi sebagai fondasi kuda-kuda bagi Murai batu saat bertarung. Jika pijakannya licin atau goyah, Murai batu akan kehilangan konsentrasi karena sibuk menjaga keseimbangan. Akibatnya, tenaga Murai batu akan terkuras hanya untuk mencengkeram, bukan untuk berkicau.

Sebuah settingan tangkringan yang tepat akan membuat Murai batu merasa aman, percaya diri, dan mampu “mengunci” posisi badannya. Banyak kasus Murai batu yang sering turun ke dasar sangkar (ngelantai) atau loncat tidak beraturan hanya karena settingan tangkringan yang Anda terapkan tidak pas dengan karakter kakinya.

BACA JUGA: 7 Langkah Menyembuhkan Murai Batu dari Penyakit Tetelo

Memilih Jenis Kayu yang Tepat

Jenis kayu sangat mempengaruhi kenyamanan cengkeraman Murai batu. Pilihan terbaik yang disarankan oleh para ahli adalah kayu asem. Kayu ini memiliki tekstur kulit yang kasar dan berpori, sangat mirip dengan dahan pohon di habitat asli Murai batu. Tekstur kasar ini membantu kuku Murai batu mencengkeram kuat tanpa terpeleset.

Selain kayu asem, Anda juga bisa menggunakan kayu jati serut yang telah diamplas namun tetap menyisakan tekstur serat. Hindari penggunaan tangkringan plastik atau kayu yang terlalu licin karena bisa membuat Murai batu tergelincir saat bermanuver. Pemilihan jenis kayu dalam settingan tangkringan ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan kaki Murai batu Anda.

BACA JUGA: 8 Kelebihan Murai Batu Nias dan Karakteristiknya untuk Sang Juara Gantangan

Menentukan Diameter Ideal untuk Cengkeraman

Ukuran diameter kayu pada settingan tangkringan harus disesuaikan dengan ukuran jari-jari kaki Murai batu Anda. Rumus sederhananya adalah saat Murai batu mencengkeram, kuku jari depan dan belakang tidak boleh saling bersentuhan. Harus ada celah sedikit di antaranya. Jika diameternya terlalu kecil, kuku Murai batu akan cepat panjang dan melengkung, yang bisa melukai dirinya sendiri.

Sebaliknya, jika diameter settingan tangkringan terlalu besar, cengkeraman Murai batu menjadi lemah dan ia mudah lelah. Anda bisa bereksperimen dengan menyediakan dua ukuran berbeda dalam satu sangkar (atas dan bawah) untuk melihat di mana Murai batu lebih sering menghabiskan waktunya.

BACA JUGA: 8 Langkah Merawat Murai Batu Trotol Umur 2 Bulan

Model Palang Sejajar (Trap)

Model ini adalah settingan tangkringan paling klasik dan umum digunakan untuk Murai batu. Anda memasang dua buah tangkringan dengan posisi atas dan bawah secara sejajar atau sedikit miring (trap). Posisi ini sangat cocok untuk Murai batu tipe fighter yang suka bermain nagen satu titik. Dengan model ini, Murai batu memiliki opsi untuk memilih posisi ternyaman tanpa harus melompat terlalu jauh.

Biasanya, Murai batu akan memilih tangkringan atas untuk berkicau dominan. Pastikan jarak antar kayu pada settingan tangkringan ini tidak terlalu dekat agar ekor panjang Murai batu tidak rusak karena gesekan saat ia berpindah tempat dengan cepat.

BACA JUGA: 10 Ciri Trotol Murai Batu yang Gacor Jika Dirawat

Model Silang atau Huruf V

Jika Murai batu Anda memiliki karakter yang sangat lincah, “nakal”, atau sering mengejar lawan, settingan tangkringan model silang (V) bisa menjadi solusi ampuh. Dalam model ini, dua kayu dipasang menyilang di tengah sangkar.

Settingan tangkringan ini membatasi ruang gerak Murai batu untuk melompat vertikal secara ekstrem, sehingga memaksanya untuk lebih tenang dan fokus berkicau. Model silang juga sangat efektif untuk melatih Murai batu agar tampil dengan gaya sujud atau hormat juri. Dengan posisi kaki yang lebih terbuka saat bertengger di persilangan, Murai batu cenderung lebih stabil dan terlihat gagah saat membusungkan dada dan memuntahkan isian lagunya.

Menyesuaikan dengan Karakter Burung

Pada akhirnya, tidak ada settingan tangkringan yang baku untuk semua burung. Anda harus menjadi pengamat yang jeli terhadap perilaku Murai batu di rumah. Apakah Murai batu Anda tipe yang suka melompat jauh? Gunakan settingan tangkringan sejajar dengan jarak lebar. Apakah Murai batu Anda tipe duduk manis?

Gunakan satu tangkringan utama dengan diameter yang sangat pas. Seringkali, perubahan kecil pada kemiringan atau kekasaran kayu dalam settingan tangkringan bisa mengubah Murai batu yang tadinya hanya “kondangan” menjadi juara lapangan. Teruslah bereksperimen hingga Anda menemukan titik kenyamanan maksimal bagi sang raja hutan ini.

Scroll to Top