7 Mitos Perawatan Murai Batu yang Sering Salah Kaprah

Memulai usaha ternak murai batu memang menjadi pilihan menguntungkan bagi banyak kicau mania. Namun, kesuksesan Anda sangat bergantung pada pengetahuan yang tepat tentang cara merawat burung ini. Sayangnya, banyak mitos yang berkembang di kalangan peternak pemula yang justru merugikan. Artikel ini akan membongkar tujuh mitos umum yang sering membuat burung Anda tidak optimal.

Voer Protein Tinggi Selalu Bagus untuk Murai Batu

Banyak pemula percaya voer protein tinggi membuat murai batu cepat gacor. Padahal, ini kesalahan umum yang merugikan. Pilih voer dengan protein 20-30 persen saja sebagai pakan pokok. Voer protein tinggi dapat menyebabkan over birahi, agresif berlebihan, bahkan macet bunyi.

Solusi tepat adalah memberikan voer standar, kemudian tambahkan pakan alami seperti jangkrik bertahap untuk murai yang susah gacor. Tingkatkan jumlah jangkrik perlahan sambil mempertahankan voer standar. Strategi ini lebih alami dan terbukti efektif tanpa mengganggu kesehatan burung Anda secara signifikan.

BACA JUGA: Harga Burung Murai Batu Terbaru Berdasarkan Umur dan Jenisnya

Pemasteran Harus Menunggu Masa Mabung

Banyak peternak beranggapan pemasteran atau pengisian suara harus dilakukan saat mabung karena burung lebih banyak diam. Sebenarnya, pemasteran bisa dilakukan kapan saja, termasuk saat kondisi normal atau top form. Waktu mabung memang ideal karena burung fokus mendengarkan, tetapi bukan persyaratan mutlak.

Kunci kesuksesan adalah memilih suara master yang cocok dengan karakter dasar lagu burung. Lakukan pemasteran konsisten dengan jadwal teratur melalui rekaman, burung master langsung, atau di tempat berkumpulnya burung berkicau. Konsistensi dan pemilihan master yang tepat lebih penting daripada waktu pelaksanaannya.

BACA JUGA: 7 Ciri-Ciri Murai Batu yang Sudah Tua (Afkir)

Penjemuran Siang Hari Tidak Aman untuk Murai Batu

Mitos banyak beredar bahwa murai batu tidak boleh dijemur siang hari atau terik panas. Padahal, penjemuran bisa dilakukan kapan saja asalkan durasi disesuaikan kondisi burung. Untuk over birahi, kurangi durasinya; untuk kurang birahi, perpanjang.

Yang harus dihindari adalah menjemur terlalu lama karena bisa menyebabkan katarak, bulu kusam, pita suara rusak, bahkan lumpuh. Durasi ideal hanya 10-30 menit per sesi sesuai karakter dan kondisi fisik. Dengarkan refleks alami burung—kalau berlindung di bawah wadah pakan, itu pertanda panas berlebihan dan saatnya dihentikan.​

BACA JUGA: Cara Mengatasi Kaki Murai Batu yang Diangkat Satu (Bumblefoot)

Burung Mabung Tidak Boleh Mandi dan Diberi Ekstra Fooding

Banyak peternak percaya saat mabung, burung tidak boleh dimandikan dan diberi ekstra fooding. Ini persepsi keliru dan justru merugikan. Saat mabung, metabolisme meningkat 40 persen sehingga butuh nutrisi berkualitas lebih besar. Berikan ekstra fooding jangkrik untuk kitin dan protein yang dibutuhkan tubuh.

Periksa voer setiap hari karena dominan karbohidrat bisa membuat ngelemak. Mandikan sesuai kebutuhan dan tempatkan di lokasi tenang. Jangan gunakan kerodong agar sirkulasi udara baik. Pemberian nutrisi tepat saat mabung membuat proses mabung berjalan lancar dan burung cepat fit kembali.​

BACA JUGA: Arti Mimpi Menangkap Burung Murai Perlu Anda Ketahui

Murai Batu Jinak Tidak Bisa Menjadi Juara

Mitos merugikan ini mengatakan murai jinak tidak bisa juara karena kurang mental bertarung. Faktanya, banyak murai jinak yang sudah juara bahkan di kelas nasional. Kekurangan murai jinak: mudah turun, cepat gembok, mudah over birahi. Namun kelebihannya lebih signifikan mudah beradaptasi, mudah dirawat, tidak stres di keramaian lomba.

Solusinya adalah memberikan umbaran rutin agar burung terbiasa bergerak aktif. Dengan treatment khusus pelatihan mental sejak muda dan pengaturan nutrition tepat, murai jinak bisa berkembang menjadi burung juara yang handal dengan konsistensi tinggi.

BACA JUGA: 8 Tips Memaster Murai Batu Agar Suaranya Cepat Nembak

Pemberian Pakan Alami Bisa Menggantikan Voer Sepenuhnya

Beberapa pemula berpikir pakan alami seperti jangkrik, kroto, cacing sudah cukup tanpa voer. Sebenarnya, voer dan pakan alami harus diberikan bersama untuk optimal. Voer mengandung nutrisi seimbang dan lengkap sebagai pakan pokok berkelanjutan. Pakan alami berfungsi sebagai ekstra fooding untuk tingkatkan kualitas suara dan performa.

Kombinasi keduanya memberikan nutrisi lengkap yang tidak bisa dari satu saja. Pastikan voer selalu tersedia dalam cepuk dan pilih jenis voer tepat sesuai usia kondisi. Kombinasi tepat antara voer dan pakan alami adalah fondasi kesehatan dan performa optimal burung Anda.

BACA JUGA: Cara Agar Ekor Murai Batu Bertambah Panjang Dengan Maksimal

Penjodohan Murai Batu Hanya Bisa Dilakukan pada Usia Tertentu

Banyak pemula beranggapan penjodohan hanya bisa dilakukan usia minimal 1-2 tahun. Faktanya, usia bukan faktor utama, tetapi kematangan fisik dan mental ditandai kondisi birahi. Murai bisa dijodohkan sejak 6-8 bulan bila sudah menunjukkan birahi jelas. Namun, tunggu hingga 1-2 tahun untuk hasil optimal karena kualitas telur dan daya tetas lebih baik.

Yang lebih penting adalah memastikan kedua indukan prima, sehat, dan berkualitas genetik baik. Perhatikan tanda birahi seperti gerakan menggoyang badan dan kicauan lantang sebelum penjodohan dilaksanakan.

Scroll to Top