Memahami istilah ini adalah kunci utama agar Anda tidak salah kaprah dalam merawat Murai Batu, terutama saat membedakan kondisi vital seperti “Over Birahi” atau “Ngedrop”. Istilah ini juga merupakan bahasa standar dalam komunitas, sehingga Anda dapat berkomunikasi dengan lancar dan menghindari kesalahpahaman saat berdiskusi atau melakukan transaksi jual-beli.
Dengan menguasai kamus istilah ini Anda dapat mempercepat proses belajar dan lebih efektif dalam menentukan setingan yang tepat untuk burung Anda. Mari pelajari dan pahami kembali setiap istilahnya agar Anda bisa menjadi owner Murai Batu yang andal dan percaya diri.
MB (Murai Batu)
Singkatan yang umum digunakan oleh kicau mania untuk menyebut burung Murai Batu. Burung ini sangat populer karena suaranya yang merdu, variasi lagu yang banyak, dan gaya tarungnya yang atraktif.
Trotol
Sebutan untuk anakan Murai Batu yang masih berumur muda (belum dewasa). Ciri khasnya adalah bulu dada dan sayap masih berbintik-bintik cokelat, belum hitam mengkilap seperti burung dewasa.
Pastol (Pasca-Trotol)
Murai Batu remaja yang sudah melewati fase trotol dan mulai berganti bulu menjadi dewasa. Biasanya berusia 6-8 bulan dan mulai belajar berkicau lebih aktif.
BACA JUGA: 10 Penyebab Murai Batu Bengong Plonga Plongo
Bakalan / Burhan (Burung Bahan)
Burung Murai Batu hasil tangkapan hutan yang masih liar dan belum jinak. Burung ini perlu proses pelatihan panjang (ngevoer dan penjinakan) agar mau berkicau dan siap lomba.
Gacor
Kondisi burung yang sudah rajin berkicau dengan suara keras dan lantang secara konsisten. Burung murai batu gacor tidak perlu dipancing dulu, dia akan berkicau sendiri dengan penuh semangat.
Mabung / Ngurak
Proses pergantian bulu lama dengan bulu baru yang terjadi secara alami dan periodik. Saat mabung, burung biasanya jarang berkicau dan butuh perawatan khusus untuk menjaga kesehatan.
BACA JUGA: 9 Cara Mengatasi Murai Batu Bengong dan Diam
Ambrol
Istilah untuk kondisi ketika bulu-bulu burung rontok serentak dalam jumlah banyak saat proses mabung dimulai. Ini adalah tanda mabung sudah masuk fase aktif.
Dokor (Dorong Ekor)
Fase krusial dalam mabung di mana bulu ekor baru mulai tumbuh setelah ekor lama rontok. Perawatan saat dokor sangat menentukan kualitas ekor dan performa burung setelah mabung.
Over Birahi (OB)
Kondisi birahi burung yang terlalu tinggi dan tidak terkontrol. Tandanya burung jadi agresif, sering cabut bulu sendiri, ngeruji terus, atau malah tidak mau berkicau.
Ngedrop
Kondisi burung yang mengalami penurunan performa baik mental maupun fisik. Burung jadi pendiam, lesu, tidak aktif, dan enggan berkicau meski sudah dipancing.
BACA JUGA: 7 Alasan Burung Murai Harus Dikerodong
Nyilet
Kondisi burung yang sangat kurus hingga tulang dadanya menonjol tajam seperti mata silet. Ini pertanda burung kurang makan, sakit, atau stres berat yang harus segera ditangani.
Gembung
Perilaku burung mengembungkan bulunya sehingga terlihat seperti bola. Biasanya menandakan burung sedang sakit, kedinginan, atau tidak nyaman dengan lingkungannya.
Blorok
Sebutan untuk Murai Batu yang memiliki kelainan pigmentasi berupa bulu putih di area yang seharusnya hitam (punggung, kepala, atau sayap). Blorok bisa terjadi karena faktor genetik atau kekurangan nutrisi saat tumbuh.
BACA JUGA: 7 Cara Agar Murai Batu Muda Hutan Cepat Ngevoer (Makan Voer)
Balak
Istilah untuk menyebut pola ekor Murai Batu dengan formasi tertentu, biasanya 4 pasang bulu putih dan 2 pasang bulu hitam. Pola balak sering dianggap memiliki nilai estetika tinggi oleh sebagian kicau mania.
Ngeriwik
Berkicau dengan suara sangat pelan dan lirih, seperti bergumam. Biasanya dilakukan oleh burung trotol yang sedang belajar atau burung dewasa yang sedang tidak fit.
Ngeplong
Berkicau dengan volume keras, lantang, dan kristal (jernih). Ini adalah tahap setelah ngeriwik, menandakan burung sudah percaya diri dan siap untuk performa penuh.
Isian
Variasi suara kicauan burung lain (Cililin, Cucak Jenggot, Kenari, dll) yang berhasil ditiru dan dibawakan oleh Murai Batu. Semakin banyak dan bagus isian, semakin tinggi nilai burung di lomba.
Masteran
Burung guru atau rekaman audio yang sengaja diperdengarkan kepada Murai Batu agar suaranya ditiru. Masteran yang bagus akan menghasilkan Murai Batu dengan isian berkualitas.
Memaster
Proses melatih Murai Batu untuk mendengar dan meniru suara burung masteran. Biasanya dilakukan saat burung masih muda (trotol) agar lebih mudah menyerap suara baru.
Bongkar Isian
Momen saat Murai Batu mengeluarkan seluruh variasi suara isian yang dimilikinya secara beruntun. Biasanya terjadi saat burung sedang full fighter di gantangan atau saat bertemu lawan.
Nembak
Mengeluarkan suara isian (terutama yang tajam seperti Cililin atau Lovebird) secara tiba-tiba dengan volume maksimal. Nembak yang keras dan tepat sering bikin lawan langsung macet atau ngedrop.
Ngerol
Membawakan satu jenis suara isian secara berulang-ulang dengan tempo cepat dan durasi panjang. Contoh paling umum adalah ngerol suara Kenari atau Blackthroat yang panjang dan ngeplong.
Ngeban
Mengulang-ulang satu jenis suara isian saja secara monoton dan membosankan. Ngeban dianggap sebagai kelemahan karena burung tidak bisa variasi, meski suaranya keras.
Volume
Tingkat keras atau lembutnya suara kicauan burung. Volume besar (ngeplong) sangat penting dalam lomba karena bisa menekan mental lawan dan menarik perhatian juri.
Fighter
Mental atau sifat petarung yang dimiliki burung saat berhadapan dengan lawan. Burung fighter yang bagus akan tetap berkicau maksimal, tidak takut, dan bahkan semakin agresif saat melihat lawan.
Ngeplay
Gaya tarung Murai Batu yang sangat atraktif dengan gerakan aktif, sering loncat-loncat, membuka-tutup ekor, dan bongkar isian penuh. Burung ngeplay biasanya sangat menarik perhatian juri karena performanya yang dinamis.
Nagen
Gaya tarung yang lebih tenang dan santai, burung hanya diam di satu titik tangkringan sambil berkicau tanpa banyak gerakan. Meski terlihat kalem, burung nagen yang bagus tetap bisa menang karena kualitas suara dan mentalnya stabil.
Ngeruji / Ngelowo
Perilaku burung yang terus-menerus menabrak jeruji sangkar atau membuka sayap seperti kelelawar sambil menempel di jeruji. Ini pertanda mental burung sedang down, stres, atau birahi tidak stabil.
Mbagong
Perilaku burung menggembungkan bulu dada dan perut saat ditarungkan, pertanda burung tidak siap mental atau ketakutan. Istilah ini lebih umum untuk Kacer tapi kadang juga disebut untuk Murai Batu.
Ndengkek
Gaya berdiri tegak Murai Batu sambil mengangguk-angguk dan biasanya diikuti dengan kicauan isian. Gaya ini menunjukkan burung sedang dalam kondisi birahi pas dan siap tarung.
Didis
Aktivitas burung membersihkan dan merapikan bulunya menggunakan paruh. Jika dilakukan wajar itu sehat, tapi kalau berlebihan bisa jadi tanda birahi tinggi atau ada kutu di bulu.
EF (Extra Fooding)
Pakan tambahan di luar pakan utama (voer) yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan menaikkan performa burung. Contohnya kroto, jangkrik, ulat hongkong, ulat kandang.
Kroto
Telur semut rangrang yang menjadi EF favorit untuk Murai Batu. Kroto kaya protein dan bisa menaikkan stamina serta birahi burung, tapi harus diberikan dengan takaran tepat.
UH (Ulat Hongkong)
Larva kumbang penggerek yang biasa dipakai sebagai EF untuk menaikkan birahi burung. UH harus diberikan secukupnya karena terlalu banyak bisa bikin burung over birahi.
Ngevoer
Proses melatih burung bakalan (biasanya hasil tangkapan hutan) agar mau makan voer sebagai pakan utama. Proses ini butuh kesabaran karena burung liar biasanya hanya mau makan serangga.
Pengembunan
Kebiasaan mengeluarkan burung pada pagi hari saat masih ada embun untuk menghirup udara segar. Pengembunan dipercaya bisa menjaga kesehatan burung dan merangsang burung untuk berkicau.
Setingan
Pola perawatan harian yang disesuaikan dengan karakter individu burung, meliputi porsi EF, durasi mandi, waktu jemur, dan lainnya. Setingan yang pas akan membuat burung tampil maksimal di lomba.
Gantangan
Arena atau tempat diadakannya lomba burung berkicau. Di gantangan, burung-burung digantung berderet dan dinilai juri berdasarkan kualitas suara, mental, dan gaya.
Latber (Latihan Bersama)
Lomba burung berkicau dalam skala kecil yang diadakan secara rutin (biasanya mingguan). Latber digunakan untuk melatih mental burung dan menguji settingan sebelum ikut lomba besar.
Mahar
Istilah untuk menyebut harga jual seekor burung dalam transaksi jual-beli. Mahar Murai Batu bisa sangat bervariasi tergantung kualitas suara, mental, keturunan, dan prestasi lomba.


