9 Jenis Burung Masteran untuk Murai Batu dan Alasannya

Percaya atau tidak, kunci murai batu gacor dan juara lomba terletak pada proses pemasteran yang tepat? Ya, benar sekali! Murai batu (Copsychus malabaricus) memang dikenal sebagai burung peniru ulung yang mampu menyerap berbagai suara dari burung master. Nah, untuk memaksimalkan potensi murai batu Anda menjelang lomba, pemilihan burung masteran yang tepat menjadi sangat krusial. Berikut beberapa jenis burung masteran terbaik yang akan membuat murai batu Anda tampil maksimal di gantangan!

1. Lovebird

Siapa yang tidak kenal lovebird? Burung mungil berwarna-warni ini ternyata menjadi primadona dalam dunia pemasteran murai batu! Lovebird dipilih sebagai burung masteran karena kemampuan ngekek-nya yang keras, panjang, dan rapat. Bayangkan, ngekek lovebird bisa mencapai 5-10 detik per panjatan dengan kecepatan yang konsisten. Wow, menakjubkan bukan?

Ketika murai batu Anda dimaster dengan lovebird, hasilnya akan terdengar sangat menonjol di lapangan. Volume keras dari ngekek lovebird membuat murai batu lebih mudah menarik perhatian juri. Plus, lovebird yang rajin gacor akan memberikan isian roll yang berkesan dan solid. Untuk hasil optimal, pilihlah lovebird yang memiliki sifat agresif, rajin ngekek, dengan speed rapat dan durasi panjang. Kabar baiknya, lovebird termasuk burung masteran yang mudah dipelihara dengan harga relatif terjangkau!

BACA JUGA: 10 Tips Persiapan Lomba Kicau Murai Batu

2. Cililin

Mari kita bahas burung masteran yang satu ini, cililin! Burung yang dilindungi pemerintah ini memang istimewa karena memiliki tembakan kasar yang dahsyat dengan durasi sangat lama. Cililin dianggap sebagai “senjata” untuk murai batu dalam lomba karena karakteristik suaranya yang unik dan greget.

Mengapa cililin begitu disukai kicau mania? Jawabannya sederhana: tembakan cililin yang kasar dengan volume tinggi dan jeda rapat membuat murai batu yang menirunya terdengar sangat menonjol. Untuk pemasteran optimal, pilihlah cililin jenis coklat yang memiliki suara lebih bagus dibanding jenis lain. Pastikan cililin pilihan Anda memiliki tembakan yang jernih, kasar, dan volume tinggi. Namun perlu diingat, karena status perlindungannya, banyak kicau mania menggunakan file audio MP3 sebagai alternatif untuk menghindari masalah legal.

BACA JUGA: 9 Burung Yang Tidak Boleh Dekat Dengan Murai Batu

3. Kenari

Kenari adalah burung impor dari Italia yang telah populer di Indonesia sejak tahun 1970-an. Burung masteran ini dipilih karena kemampuan ngeroll-nya yang panjang dengan irama dan ritme sangat bagus. Suara kenari yang melantun dan bervariasi memberikan sentuhan khusus pada kicauan murai batu Anda.

Keunggulan kenari sebagai burung masteran terletak pada roll panjangnya yang memberikan isian berkesan untuk murai batu. Irama dan ritme kenari yang harmonis membuat pola kicau murai batu lebih enak didengar. Yang lebih menarik lagi, kenari memiliki banyak variasi kicau yang dapat dipelajari murai batu, sehingga repertoar vokal murai batu Anda semakin kaya. Untuk pemasteran, pilihlah kenari dengan kemampuan ngeroll bagus, durasi panjang, speed rapat, dan kondisi fisik prima. Harga kenari yang relatif ekonomis membuat burung masteran ini sangat aksesibel!

BACA JUGA: 10 Cara Menangkap Burung Murai Batu Yang Lepas

4. Cucak Jenggot

Cucak jenggot menjadi pilihan favorit para pemaster karena suara besetannya yang tajam dan melengking! Burung berukuran sedang dari keluarga Pycnonotidae ini memiliki karakteristik suara yang sangat khas, besetan tajam disertai tembakan dengan volume lantang dan keras.

Ketika murai batu Anda dimaster dengan cucak jenggot, hasilnya akan sangat menonjol di lapangan lomba. Suara melengking yang unik membuat murai batu mudah diperhatikan juri. Volume keras dan tembakan bagus dari cucak jenggot memberikan isian tambahan yang menarik untuk murai batu Anda. Yang membahagiakan, untuk bakalan cucak jenggot, harganya relatif terjangkau (sekitar Rp 200-400 ribu). Pilihlah cucak jenggot jantan dengan karakter agresif, besetan tajam dan jelas, tembakan bagus, serta kondisi kesehatan prima agar murai batu Anda semakin gacor!

BACA JUGA: 12 Cara Merawat Murai Batu Mabung Agar Cepat Ambrol Bulunya

5. Pelatuk Bawang

Pelatuk bawang adalah burung masteran yang sangat efektif untuk murai batu lomba! Burung dari keluarga Picidae ini memiliki karakteristik nembak kasar dengan volume tinggi, speed tinggi, jeda rapat, dan durasi cukup lama. Khusus pelatuk bawang, suaranya lebih melengking dibanding pelatuk beras.

Intensitas suara pelatuk bawang yang sangat tinggi membuat isian murai batu sangat menonjol dan neken di gantangan. Kecepatan nembak yang tinggi memberikan variasi tempo dalam kicauan, sementara pola jeda yang rapat menciptakan ritme solid. Untuk murai batu dengan target volume tinggi, pelatuk bawang adalah pilihan tepat. Pilihlah pelatuk dengan volume suara tinggi dan jelas, speed nembak rapat dan teratur, durasi nembak cukup lama, serta kondisi fisik prima. Perlu dicatat, pelatuk memerlukan perawatan sedang dengan habitat khusus untuk hasil optimal.

BACA JUGA: 12 Buah Favorit Murai Batu Yang Penuh Nutrisi dan Bikin Gacor!

6. Gereja Tarung

Jangan remehkan burung kecil yang satu ini! Gereja tarung adalah burung masteran lokal yang sangat populer dan mudah ditemukan di seluruh Indonesia. Burung dari keluarga Passeridae ini dikenal dengan karakter agresif dan suka bertarung, menghasilkan crecetan ngerol yang bagus untuk murai batu.

Keunggulan utama gereja tarung sebagai burung masteran adalah aksesibilitasnya yang tinggi, sangat mudah ditemukan dengan harga sangat murah! Pola crecetan yang terus-menerus memberikan isian berkesan untuk murai batu. Yang menarik, gereja tarung adalah masteran universal yang cocok untuk berbagai jenis burung kicau, bukan hanya murai batu. Karakter agresifnya membuat suara yang dihasilkan lebih lantang dan menarik. Plus, pemeliharaannya sangat mudah tanpa memerlukan perawatan khusus. Untuk hasil maksimal, pilihlah gereja tarung dengan karakter fighter, crecetan terang dan jelas, rajin berkicau, dan kondisi fisik sehat!

BACA JUGA: 10 Penyebab Murai Batu Suara Monoton dan Solusinya

7. Konin/Kolibri Ninja

Konin atau kolibri ninja adalah burung masteran yang sedang viral di kalangan kicau mania! Burung hummingbird berukuran sangat kecil ini memiliki reputasi sebagai “guru vokal” yang menghasilkan roll tembak rapat dan tinggi dengan kecepatan sangat cepat.

Mengapa konin menjadi trending? Karena kemampuannya menghasilkan isian yang jernih dan presisi membuat murai batu yang dimaster dengan konin tampil lebih menonjol. Roll yang sangat rapat di frekuensi tinggi memberikan isian unik yang sulit ditiru burung masteran lain. Konin yang gacor menghasilkan isian konsisten dan berkualitas tinggi. Saat ini, konin sangat direkomendasikan khususnya untuk murai batu yang sedang mutasi dari trotolan ke pastol. Namun perlu diingat, konin memerlukan perawatan khusus dengan makanan utama nektar (gula dan air), tambahan kroto dan serangga kecil, serta air yang selalu tersedia. Tingkat kesulitan pemeliharaannya sedang hingga sulit karena ukurannya yang sangat kecil dan kebutuhan nutrisi spesifik.

8. Sogok Ontong

Sogok ontong adalah burung masteran lokal alternatif yang mulai populer dalam beberapa tahun terakhir! Burung kecil dari keluarga Acrocephalidae ini memiliki karakteristik suara kasar dan cepat dengan kecepatan tinggi yang energik.

Keunggulan sogok ontong sebagai burung masteran terletak pada kualitas suaranya yang kasar, cocok untuk memberikan karakter kasar pada isian murai batu. Kecepatan suara yang tinggi memberikan variasi tempo yang dinamis. Sama seperti gereja tarung, sogok ontong adalah masteran universal yang cocok untuk semua burung kicau. Yang menarik, suara sogok ontong mudah dikombinasikan dengan masteran lain untuk hasil lebih optimal. Plus, burung ini mudah ditemukan dengan harga murah. Pilihlah sogok ontong dengan suara kasar dan tegas, speed tinggi dan rapat, rajin berkicau, serta kondisi fisik sehat. Kabar baiknya, sogok ontong mudah dipelihara dengan makanan yang tidak terlalu spesifik!

9. Serindit

Serindit adalah burung masteran berkualitas tinggi yang mulai dilirik kicau mania serius! Meskipun belum sepopuler jenis-jenis sebelumnya, serindit memiliki karakteristik suara stabil dengan jeda rapat, kecepatan sedang hingga tinggi, kualitas jernih dan stabil.

Mengapa serindit dipilih sebagai burung masteran premium? Jawabannya terletak pada kestabilan suaranya yang memberikan isian konsisten untuk murai batu. Pola jeda yang rapat cocok untuk murai batu yang ingin memiliki isian rapat dan nembak teratur. Meskipun karakternya tenang, serindit memiliki volume suara tinggi yang membuat murai batu lebih gacor. Serindit termasuk masteran berkualitas premium untuk murai batu yang sudah menggunakan masteran standar dan ingin naik level. Untuk pemeliharaan, serindit memerlukan perawatan sedang dengan attention khusus pada pakan dan lingkungan agar tetap gacor dan maksimal.

Scroll to Top