4 Penyebab Murai Batu Ngejar Lawan di Gantangan dan Cara Mengatasinya

Ketika Anda membawa murai batu kesayangan ke arena lomba, harapan terbesar tentu melihat burung tampil gacor dengan tembakan rapat yang memukau juri. Namun, realitas di gantangan sering kali berbeda. Tidak sedikit murai batu yang justru menunjukkan perilaku ngejar lawan, menabrak jeruji sangkar, dan melupakan tugas utamanya untuk berkicau. Fenomena murai batu ngejar lawan ini bukan sekadar masalah kecil, melainkan indikator ketidakseimbangan internal yang dapat merugikan performa lomba Anda.

Berdasarkan pengalaman para kicaumania dan analisis perilaku burung, terdapat empat penyebab utama mengapa murai batu ngejar lawan di gantangan. Memahami setiap penyebab beserta solusinya akan membantu Anda mengoptimalkan rawatan harian dan settingan extra fooding agar murai batu dapat tampil maksimal.

Over Emosi dengan Stamina Rendah

Penyebab pertama murai batu ngejar lawan adalah kondisi over emosi yang tidak diimbangi dengan stamina memadai. Burung dengan masalah ini menunjukkan emosi tinggi namun tenaganya tidak mencukupi untuk bertarung secara produktif. Anda akan melihat murai batu mengejar lawan secara fisik, menabrak jeruji, bahkan membuka sayap berulang kali. Yang lebih mengkhawatirkan, burung tidak gacor sebagaimana mestinya. Suara yang keluar cenderung monoton atau hanya ngukluk tanpa variasi isian yang menarik.

Untuk mengatasi murai batu ngejar lawan akibat over emosi, Anda perlu melakukan terapi fisik intensif. Lakukan latihan sprint bolak balik secara bertahap, mulai dari 30 kali dengan istirahat 5 menit, lalu tingkatkan menjadi 50 hingga 80 kali. Selain itu, kurangi pemberian extra fooding seperti jangkrik menjadi maksimal 3 ekor pagi dan 3 ekor sore. Penjemuran juga harus dikurangi dari 2 jam menjadi hanya 30 sampai 45 menit untuk mencegah murai batu ngejar lawan karena metabolisme yang terlalu tinggi.

BACA JUGA: 7 Langkah Menyembuhkan Murai Batu dari Penyakit Tetelo

Over Birahi Tanpa Pelampiasan

Penyebab kedua yang membuat murai batu ngejar lawan adalah kondisi over birahi. Ketika hormon testosteron berlebih tanpa tersalurkan dengan baik, murai batu akan sangat agresif dan responsif terhadap suara lawan. Burung sering membuka sayap, menggetarkan sayap dengan intens, bahkan menampar jeruji dengan keras. Dalam kondisi ini, murai batu ngejar lawan bukan untuk berkicau gacor, melainkan karena dorongan hormonal yang tidak terkendali. Performa vokal pun menurun drastis karena fokus burung teralihkan.

Solusi untuk murai batu ngejar lawan akibat over birahi memerlukan pendekatan berbeda. Pertama, terapkan mandi malam menggunakan air dingin untuk menurunkan birahi dan emosi secara bersamaan. Kedua, lakukan isolasi strategis dari burung lain selama 1 hingga 2 minggu agar stimulasi kompetitif berkurang.

Ketiga, modifikasi pakan dengan mengganti ulat hongkong yang bersifat panas dengan ulat kandang yang lebih stabil. Pengkrodongan penuh di malam hari juga membantu mengatur sirkadian dan menurunkan tekanan hormonal yang menyebabkan murai batu ngejar lawan tanpa terkendali.

BACA JUGA: Cara Menyembuhkan Katarak Pada Murai Batu dan Penyebab Utamanya

Mental Fighter Berlebihan Tanpa Kontrol

Penyebab ketiga murai batu ngejar lawan adalah mental fighter yang berlebihan tanpa kontrol yang baik. Beberapa murai batu memiliki karakter genetik yang sangat agresif atau hasil dari latihan trek yang terlalu intens. Burung tipe ini langsung bereaksi agresif saat melihat burung lain dan lebih memilih berkelahi daripada mengeluarkan suara gacor. Di gantangan, murai batu ngejar lawan dengan cara ngelowo atau turun ke bawah mengarah ke sangkar lawan, bahkan ketika sudah berada di posisi trek yang seharusnya membuat mereka tampil maksimal.

Untuk menangani murai batu ngejar lawan dengan mental fighter berlebihan, kurangi frekuensi trek dengan lawan menjadi maksimal 2 hingga 3 kali per minggu dengan durasi hanya 10 sampai 15 menit. Terapi unik yang efektif adalah menggantang murai batu berdekatan dengan burung gereja yang memiliki mental lemah selama 1 hingga 2 jam setiap hari.

Metode semi kerodong juga membantu, yaitu menutup setengah sangkar saat trek agar murai batu mendengar suara lawan tanpa melihat langsung. Dengan cara ini, murai batu ngejar lawan dapat diminimalisir sambil melatih fokusnya pada kicauan yang gacor.

BACA JUGA: 10 Ciri Trotol Murai Batu yang Gacor Jika Dirawat

Kondisi Fisik Tidak Fit dan Settingan Perawatan Tidak Tepat

Penyebab keempat murai batu ngejar lawan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang tidak fit dan settingan perawatan harian yang tidak tepat. Burung yang sakit atau mengalami cacingan akan menunjukkan agresivitas defensif, bukan ofensif.

Anda dapat mengidentifikasinya dari kotoran yang tidak normal seperti mencret atau berbusa, bulu mengembang, dan gerakan yang lambat namun defensif. Sementara itu, settingan yang tidak konsisten membuat murai batu stres dan menunjukkan respons yang tidak terprediksi. Murai batu ngejar lawan pada jam tertentu saja atau memiliki perilaku yang tidak stabil dari hari ke hari.

Untuk mengatasi murai batu ngejar lawan akibat masalah ini, lakukan pemeriksaan kesehatan rutin dengan memperhatikan kondisi kotoran. Jika ada masalah, konsultasikan ke dokter hewan dan isolasikan burung di tempat tenang. Berikan nutrisi penunjang seperti madu alami untuk memperbaiki flora usus. Terkait settingan, tetapkan jadwal harian yang konsisten dengan penjemuran pukul 06.00 hingga 08.00, mandi pukul 16.00 hingga 17.00, dan krodong pukul 18.00. Kenali tipe burung Anda, apakah tipe panas yang butuh lebih banyak mandi atau tipe dingin yang perlu lebih banyak stimulasi, sehingga murai batu tidak lagi ngejar lawan melainkan tampil gacor di gantangan.

Scroll to Top