6 Langkah Membuat Murai Batu Cepat Bertelur

Tahukah Anda bahwa burung murai batu yang gacor di lapangan lomba bisa juga menghasilkan keuntungan maksimal melalui bisnis penangkaran? Ya, memang benar! Bagi Anda kicau mania yang ingin mengembangkan usaha ternak burung murai batu, memahami cara mempercepat proses bertelur adalah kunci sukses. Berikut ini murai master gacor sajikan langkah ilmiah dan praktis yang terbukti efektif membuat burung murai batu Anda cepat bertelur dan produktif!

Persiapan Kandang Penangkaran yang Optimal

Langkah pertama yang sangat krusial adalah menyiapkan kandang penangkaran yang nyaman dan mendekati habitat alami burung murai batu. Mengapa kandang begitu penting? Karena lingkungan yang tepat akan membuat burung murai batu merasa aman dan siap untuk bereproduksi! Idealnya, Anda memerlukan kandang berukuran 150 cm × 100 cm × 250 cm dengan rangka hollow baja ringan yang tahan karat. Jangan gunakan asbes karena material ini membuat suhu tidak stabil.

Selanjutnya, lengkapi kandang dengan kotak glodok berukuran 35 cm × 25 cm dari kayu yang dilapisi ampas kayu, rumput kering, dan serat sabut kelapa untuk menjaga kelembapan. Tambahkan juga fasilitas kolam pasir, bebatuan, dan ranting untuk menciptakan suasana alami yang membuat burung murai batu betah. Yang tidak kalah penting, tempatkan kandang di area yang tenang, jauh dari keramaian dan lalu lintas manusia, idealnya dekat pepohonan atau area hijau agar burung murai batu gacor dan siap kawin!

BACA JUGA: 8 Penyebab Murai Batu Didis dan Solusinya

Seleksi Indukan Berkualitas dengan Kriteria Tepat

Setelah kandang siap, kini saatnya memilih indukan burung murai batu yang berkualitas! Pemilihan indukan sangat menentukan produktivitas dan kualitas anakan yang akan dihasilkan. Untuk betina, pilihlah yang berusia 1,5–2 tahun dengan kondisi fisik sehat, bulu mengkilap, mata cerah, dan tidak mudah stres. Sedangkan untuk jantan, pastikan usianya minimal 2 tahun dengan kicauan gacor yang merdu dan bervariasi.

Perhatikan juga aspek genetik, idealnya pilih burung murai batu keturunan dari indukan juara untuk menjaga kualitas. Jantan sebaiknya pernah meraih prestasi minimal juara 1-3 tingkat regional karena ini menunjukkan mental jawara yang kuat. Yang terpenting, hindari perkawinan sedarah atau inbreeding untuk mencegah penurunan kualitas genetik pada anakan burung murai batu. Dengan seleksi indukan yang tepat, Anda sudah selangkah lebih dekat menuju kesuksesan penangkaran!

BACA JUGA: 10 Penyebab Murai Batu Suara Monoton dan Solusinya

Proses Penjodohan Bertahap dan Sistematis

Nah, ini dia tahap yang paling menentukan! Penjodohan burung murai batu tidak boleh dilakukan secara terburu-buru karena bisa menyebabkan kekerasan dan kegagalan breeding. Mulailah dengan menempatkan kandang betina di lokasi breeding selama satu minggu untuk adaptasi. Pada minggu kedua, dekatkan kandang jantan dengan betina namun masih terpisah agar mereka bisa saling mendengar kicauan gacor satu sama lain.

Kemudian, posisikan kandang berdampingan sehingga mereka bisa saling melihat. Amati tanda-tanda ketertarikan, jantan akan berkicau lebih lantang dan gacor, menggerakkan sayap, sementara betina akan lebih aktif memperhatikan dengan posisi tubuh rendah dan mengangkat ekor. Setelah dua minggu penjodohan dan tanda positif muncul, masukkan jantan ke kandang betina secara perlahan. Awasi ketat selama 1-2 jam pertama, jika jantan terlalu agresif, segera pisahkan dan ulangi proses penjodohan. Kesabaran adalah kunci agar burung murai batu Anda sukses kawin!

BACA JUGA:  10 Cara Menangkap Burung Murai Batu Yang Lepas

Nutrisi Tinggi Protein dan Suplementasi Vitamin Breeding

Untuk membuat burung murai batu cepat bertelur dan gacor, nutrisi adalah faktor yang tidak bisa diabaikan! Berikan voer berkualitas premium dengan protein tinggi (>18%) sebagai pakan utama. Namun yang lebih penting adalah pemberian Extra Fooding (EF) yang tepat, kroto 2 sendok makan di pagi hari sebagai sumber protein tinggi, jangkrik 40-50 ekor di siang hari (paling disukai burung murai batu!), dan ulat Hongkong 5-10 ekor di sore hari untuk energi.

Perhatian khusus, HINDARI pemberian cacing tanah saat masa persiapan bertelur! Mengapa? Karena cacing tanah dapat menurunkan birahi kedua indukan dan bahkan menyebabkan telur terlalu besar sehingga betina kesulitan mengeluarkannya. Sebagai gantinya, berikan vitamin breeding seperti Best Breeding atau Biopro Breeding dengan dosis 5-10 tetes dalam 500 ml air minum setiap hari. Vitamin ini akan meningkatkan stamina, merangsang birahi, mencegah stress, dan membuat burung murai batu Anda gacor serta produktif bertelur!

BACA JUGA: 12 Buah Favorit Murai Batu Yang Penuh Nutrisi dan Bikin Gacor!

Manajemen Lingkungan dan Perawatan Intensif Selama Masa Kawin

Sekarang mari kita bahas manajemen harian yang akan membuat burung murai batu Anda siap bertelur dengan cepat! Setiap pagi (05.00–07.00 WIB), embunkan burung untuk kesegaran dan merangsang birahi, lalu jemur selama 20-30 menit, tapi jangan terlalu lama karena bisa memicu over birahi yang kontraproduktif. Berikan pemandian 1 kali sehari atau 4 kali seminggu saat masa breeding agar burung murai batu tetap fresh dan gacor.

Kebersihan kandang juga sangat krusial, ganti air minum setiap hari dengan air bersih, bersihkan sangkar dengan disinfektan untuk membasmi bakteri dan parasit, serta jemur kandang secara rutin. Ciptakan lingkungan yang tenang dengan menghindari suara bising berlebihan atau lalu-lalang manusia yang dapat membuat stress. Anda bahkan bisa memasang pancuran air sederhana untuk menciptakan suara gemericik yang menenangkan. Dengan manajemen yang konsisten, burung murai batu Anda akan merasa nyaman dan siap berproduksi!

Pemantauan Proses Bertelur dan Pengeraman

Inilah tahap final yang memerlukan ketelitian tinggi! Setelah kawin berhasil, amati tanda-tanda betina akan bertelur, ia mulai mengangkut sarang dengan mengumpulkan rumput dan serat sabut ke dalam glodok 3-7 hari setelah kawin, serta lebih sering berada di dalam kotak sarang. Biasanya betina akan bertelur 7-10 hari setelah kawin dengan jumlah 2-4 butir per periode, diletakkan dengan interval satu telur per hari.

Selama masa pengeraman yang berlangsung 12-14 hari, pastikan ketenangan mutlak, jangan sering mengintip atau mengganggu glodok karena ini bisa membuat betina stres dan meninggalkan sarang! Jaga keamanan dari predator seperti tikus atau ular, dan pertahankan suhu serta kelembapan yang stabil. Hanya betina yang mengerami telur, sementara jantan bertugas memberi makan. Dengan daya tetas mencapai 94%, anakan burung murai batu akan menetas dan Anda bisa memanen hasilnya pada usia 5-7 hari untuk hand feeding, atau biarkan indukan meloloh hingga mandiri pada usia 30-35 hari. Betina yang produktif dapat bertelur lagi setelah 20 hari, bayangkan potensi keuntungannya!

Scroll to Top