Murai Batu Blorok: Ciri-ciri, Kelebihan Harga dan Karakteristiknya

Nah gais, kalau Anda penggemar murai batu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah blorok. Murai batu blorok ini bukan sekadar burung kicau biasa lho, tapi merupakan fenomena menarik yang sedang naik daun di kalangan kicau mania Indonesia. Berbeda dengan murai batu pada umumnya yang memiliki warna hitam legam di bagian atas dan oranye di dada, murai batu blorok punya keunikan tersendiri dengan pola warna putih yang tidak beraturan pada bulunya.

Istilah blorok sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya belang-belang atau tidak merata. Jadi murai batu blorok ini menampilkan bercak putih di berbagai bagian tubuhnya seperti kepala, leher, sayap, punggung, sampai ekor. Wah, unik banget kan? Yang bikin menarik, setiap murai batu blorok punya corak yang berbeda-beda, sehingga tidak ada dua ekor yang persis sama polanya. Inilah yang membuat murai batu blorok menjadi burung koleksi bernilai tinggi dan banyak diburu para kolektor.

Ciri Fisik Khas Murai Blorok

Untuk mengenali murai batu blorok, Anda perlu memperhatikan beberapa ciri fisiknya yang khas. Pola warna putih pada murai batu blorok bisa muncul di berbagai bagian tubuh dengan tingkatan yang berbeda-beda. Ada yang disebut blorok ringan dengan bercak putih terbatas pada area kecil seperti jenggot atau leher saja. Kemudian ada blorok medium dengan bercak cukup banyak, dan yang paling ekstrem adalah blorok dengan pola putih mencapai 50 persen atau lebih dari total tubuhnya.

Dari segi ukuran tubuh, murai batu blorok tidak berbeda jauh dengan murai batu normal. Panjang tubuhnya berkisar antara 20 sampai 25 sentimeter dengan ekor yang bisa mencapai 15 sampai 20 sentimeter pada burung dewasa. Postur tubuhnya tetap atletis dan proporsional dengan kaki yang kuat dan paruh yang kokoh. Mata murai batu blorok berwarna coklat tua hingga hitam pekat dengan sorot tajam, bukan mata merah seperti burung albino. Nah, ini penting banget untuk membedakan blorok dengan albino penuh lho gais.

BACA JUGA: 8 Langkah Merawat Murai Batu Trotol Umur 2 Bulan

Faktor Munculnya Corak Blorok

Murai batu blorok muncul karena beberapa faktor yang menarik untuk dipelajari. Pertama adalah mutasi genetik yang terjadi secara alami akibat perubahan susunan DNA dalam gen burung. Ketika murai batu yang mengalami mutasi dikawinkan dengan individu normal atau sesama mutan, kemungkinan besar keturunannya akan mempertahankan karakteristik blorok tersebut.

Faktor kedua adalah depigmentasi yaitu gangguan hormonal yang menghambat proses mabung sehingga pigmen melanin tidak terbentuk sempurna. Kondisi ini bisa bersifat sementara atau permanen tergantung penyebab dasarnya. Faktor ketiga adalah malnutrisi atau kekurangan mineral dan vitamin terutama saat burung sedang mabung. Penelitian dari Singapura mengkonfirmasi bahwa defisiensi mineral tertentu dapat menghasilkan bulu putih meskipun proses mabung telah selesai. Faktor keempat adalah perkawinan silang atau cross breeding antara individu yang memiliki genetik khusus untuk mencetak blorok secara sengaja dalam program penangkaran.

BACA JUGA: 7 Alasan Bulu Kepala Murai Batu Berdiri

Kelebihan Murai Batu Blorok

Wah, murai batu blorok punya banyak kelebihan yang bikin dia jadi incaran para kicau mania nih. Kelebihan pertama tentu saja eksklusivitas dan kelangkaannya. Tidak semua peternak bisa menghasilkan murai batu blorok dengan kualitas bagus, sehingga setiap individu blorok dianggap seperti edisi terbatas. Corak uniknya yang tidak ada duanya menjadikan burung ini sangat bernilai sebagai koleksi.

Dari segi estetika, pola warna blorok memberikan daya tarik visual yang luar biasa. Warna putih yang kontras dengan hitam dan oranye menciptakan tampilan yang eksotis dan eye catching. Di arena lomba, murai batu blorok langsung mudah dikenali dari kejauhan dan mencuri perhatian juri serta penonton. Yang lebih penting lagi, murai batu blorok yang dirawat dengan baik bisa gacor dan berprestasi sama bagusnya dengan murai batu normal. Bahkan beberapa murai batu blorok sudah terbukti juara di ajang lomba tingkat nasional lho. Kemampuan gacor mereka tidak terpengaruh oleh kelainan pigmen, sehingga tetap bisa ngeplay maksimal dengan volume keras dan isian mewah.

BACA JUGA: Penyebab Murai Batu Saat Dorong Ekor Suaranya Cuma Ngeriwik

Harga Pasaran Murai Batu Blorok

Nah, bicara soal harga murai batu blorok di tahun 2025, range harganya cukup lebar tergantung beberapa faktor. Untuk trotolan jantan blorok ringan, harganya mulai dari 200 ribu sampai 500 ribu rupiah. Kalau Anda cari trotolan jantan blorok medium dengan prospek bagus, siapkan budget antara 700 ribu sampai 2,5 juta rupiah. Sedangkan untuk trotolan jantan blorok ekstrem bisa mencapai 2,5 juta sampai 4 juta rupiah.

Untuk kategori dewasa siap ternak, betina blorok sehat dengan ekor 12 sentimeter dijual sekitar 4,3 juta rupiah. Jantan blorok ekor putih harganya berkisar 5 juta sampai 7 juta rupiah. Pasangan jantan dan betina blorok bisa Anda dapatkan dengan budget 5,5 juta sampai 10 juta rupiah. Wah, yang paling fantastis adalah murai batu blorok extreme dengan prestasi istimewa yang bisa mencapai 75 juta rupiah. Untuk yang sudah gacor dengan ekor panjang 23 sentimeter, harganya sekitar 5,5 juta sampai 6,5 juta rupiah. Bahkan telur fertil murai batu blorok saja dijual antara 27 ribu sampai 77 ribu rupiah per butir.

BACA JUGA: 7 Ciri Murai Batu Akan Mengalami Mabung dan Cara Mengatasinya

Perawatan Murai Batu Blorok

Merawat murai batu blorok sebenarnya tidak jauh berbeda dengan murai batu normal, tapi ada beberapa hal yang perlu perhatian ekstra. Kandang yang ideal harus berukuran minimal 60 kali 40 kali 40 sentimeter untuk burung dewasa dengan material kayu atau triplek yang lebih stabil suhunya dibanding logam. Pastikan ventilasi cukup untuk mencegah kelembapan berlebih yang bisa menyebabkan jamur pada bulu blorok.

Pemberian pakan berkualitas sangat krusial agar murai batu blorok Anda tetap gacor. Berikan protein hewani seperti jangkrik 5 sampai 10 ekor per hari, ulat hongkong 3 sampai 5 ekor per hari, dan kroto tiga kali seminggu. Voer kering berkualitas tinggi dengan protein minimal 18 persen juga wajib diberikan. Jangan lupa tambahkan suplemen vitamin B kompleks untuk menjaga fungsi saraf dan pencernaan, serta buah seperti pepaya dan pisang untuk vitamin tambahan. Pemandian dilakukan satu sampai dua kali seminggu pada pagi hari pukul 07.00 sampai 09.00 untuk menjaga kebersihan bulu. Setelah mandi, jemur di bawah sinar matahari pagi selama 15 sampai 30 menit agar burung tetap sehat dan gacor.

BACA JUGA: 5 Daerah Penghasil Murai Batu Terbaik di Indonesia

Tips Memelihara Murai Batu Blorok

Buat Anda yang tertarik membudidayakan murai batu blorok, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan. Pemilihan indukan adalah kunci utama kesuksesan breeding blorok. Pilih indukan pejantan berumur di atas 2 tahun dan betina di atas 1 tahun yang memiliki trah blorok. Anda bisa melakukan kawin silang antara murai batu normal dengan blorok untuk meningkatkan tingkat keberhasilan.

Siapkan kandang ternak berukuran 90 kali 90 kali 180 sentimeter dengan sekat pemisah. Berikan pakan yang kaya nutrisi dengan tambahan hormon alami dari suplemen organik. Awasi proses pengeraman karena biasanya telur berjumlah 3 sampai 5 butir dan akan menetas dalam 14 hari. Kalau induk tidak mau mengasuh, Anda bisa merawat anakan secara manual dengan memberikan voer halus campur kroto 3 sampai 5 kali per hari sampai mandiri. Gunakan bakteri apatogen untuk mencegah penyakit pada anakan. Dengan breeding yang konsisten, Anda bisa menargetkan produksi 4 sampai 6 batch per tahun. Yang penting, pastikan semua dilakukan dengan etika yang baik dengan memprioritaskan kesejahteraan burung dan menghindari eksploitasi dari alam liar.

Scroll to Top