8 Cara Mengatasi Suara Murai Batu yang Serak

Apakah Anda merasa frustrasi saat mendengar jagoan kesayangan Anda tiba-tiba kehilangan suara emasnya? Sebagai seorang kicau mania yang aktif di arena lomba, kondisi suara serak pada murai batu tentu menjadi mimpi buruk yang harus segera diatasi.

Masalah ini tidak hanya menurunkan performa di gantangan, tetapi juga bisa menandakan adanya gangguan kesehatan serius pada tenggorokan burung. Namun, jangan panik karena dengan penanganan yang tepat dan konsisten, Anda bisa mengembalikan kualitas vokal burung Anda seperti sedia kala. Berikut adalah panduan lengkap untuk menyembuhkannya.

1. Lakukan Isolasi Total (Full Kerodong)

Langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah mengistirahatkan burung secara total dari aktivitas fisik dan mental yang berat. Ketika murai batu mengalami serak, pita suaranya sedang meradang dan membutuhkan waktu pemulihan tanpa gangguan. Oleh karena itu, Anda harus memisahkan burung ini ke ruangan yang sepi dan jauh dari suara burung petarung lainnya.

Gunakan kerodong penuh (full kerodong) sepanjang hari untuk membatasi penglihatannya agar ia tidak terpancing untuk berkicau atau bertarung. Dengan memberikan ketenangan maksimal ini, proses penyembuhan pita suara akan berjalan jauh lebih cepat dan efektif.

BACA JUGA: Murai Batu Blorok: Ciri-ciri, Kelebihan Harga dan Karakteristiknya

2. Berikan Larutan Penyegar Tanpa Rasa

Selain istirahat, hidrasi yang tepat memegang peranan vital dalam meredakan panas dalam yang sering menjadi penyebab utama serak. Anda disarankan untuk mengganti air minum hariannya dengan larutan penyegar yang biasa dikonsumsi manusia, namun pilihlah varian yang tawar atau tanpa rasa.

Cairan ini berfungsi untuk menetralkan suhu tubuh dan mengurangi iritasi pada tenggorokan burung. Selanjutnya, pastikan Anda mengganti larutan ini setiap hari agar tetap higienis dan segar. Metode sederhana ini sering kali menjadi solusi ampuh untuk membuat murai batu kembali gacor dalam waktu singkat.

BACA JUGA:6 Perbedaan Mabung dan Nyulam Pada Murai Batu

3. Manfaatkan Ramuan Kencur atau Jahe

Pengobatan herbal sering kali lebih aman dan efektif dibandingkan obat kimia, terutama untuk pemakaian jangka panjang. Anda bisa memanfaatkan kencur atau jahe yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi alami untuk melegakan saluran pernapasan burung.

Caranya mudah, cukup geprek atau parut kencur/jahe, lalu seduh dengan air hangat dan saring airnya untuk dijadikan air minum burung. Alternatif lain, Anda bisa memberikan potongan kecil kencur langsung ke dalam perut jangkrik sebelum diberikan pada burung. Ramuan alami ini akan menghangatkan tenggorokan dan mengikis lendir yang mengganggu suara.

BACA JUGA: 8 Langkah Merawat Murai Batu Trotol Umur 2 Bulan

4. Terapi Daun Saga untuk Peradangan

Jika serak yang dialami burung Anda disebabkan oleh radang tenggorokan yang cukup parah, daun saga adalah solusi herbal yang sangat direkomendasikan. Daun ini mengandung zat aktif yang ampuh meredakan sariawan dan infeksi pada saluran napas unggas.

Anda dapat merebus segenggam daun saga dengan air bersih hingga mendidih, kemudian biarkan dingin sebelum diberikan sebagai air minum. Di sisi lain, penggunaan rutin daun saga tidak hanya menyembuhkan serak, tetapi juga menjaga kesehatan pita suara agar murai batu tetap gacor dan siap tempur di perlombaan berikutnya.

BACA JUGA: 4 Penyebab Murai Batu Ngejar Lawan di Gantangan dan Cara Mengatasinya

5. Hentikan Penjemuran Kencang Sementara

Banyak kicau mania yang salah kaprah dengan tetap menjemur burung yang sedang sakit, padahal ini justru memperburuk keadaan. Sinar matahari yang terlalu terik dapat menyebabkan dehidrasi parah yang membuat lendir di tenggorokan semakin kental dan lengket.

Oleh sebab itu, Anda wajib menghentikan aktivitas penjemuran kencang (jemur “bakar”) selama masa penyembuhan ini. Cukup angin-anginkan burung di teras yang teduh agar ia tetap mendapatkan sirkulasi udara segar tanpa risiko kepanasan. Langkah preventif ini sangat krusial untuk mencegah kerusakan permanen pada kualitas suara burung Anda.

BACA JUGA: List 5 Murai Batu yang Tidak Boleh Dilombakan

6. Jaga Kebersihan Kandang Ekstra Ketat

Sering kali, sumber penyakit berasal dari lingkungan yang kotor dan penuh bakteri, seperti tumpukan kotoran di dasar sangkar. Amonia yang menguap dari kotoran burung sangat tajam dan bisa mengiritasi saluran pernapasan, memperparah kondisi serak.

Maka dari itu, Anda harus membersihkan kandang secara total setidaknya dua kali sehari, pagi dan sore. Pastikan karpet dasar, tangkringan, dan tempat pakan dicuci bersih menggunakan disinfektan khusus burung. Kebersihan yang terjaga akan memutus siklus hidup bakteri jahat, sehingga burung bisa pulih lebih cepat dan kembali gacor dengan suara kristal.

BACA JUGA: 7 Manfaat Ikan Cere Untuk Murai Batu dan Cara Memberikannya

7. Lakukan Terapi Embun Pagi

Setelah kondisi burung mulai membaik, terapi pengembunan bisa menjadi katalisator untuk memulihkan volume suaranya. Udara pagi sebelum matahari terbit kaya akan oksigen yang sangat baik untuk menyegarkan paru-paru dan melancarkan pernapasan burung.

Anda bisa mengeluarkan burung sekitar pukul 05.00 pagi di tempat yang terbuka namun aman dari predator. Udara sejuk ini akan membantu melonggarkan tenggorokan yang tegang. Konsistensi dalam melakukan pengembunan adalah kunci agar murai batu Anda tidak hanya sembuh, tetapi juga semakin gacor dan bertenaga saat kembali ke arena.

8. Atur Ulang Pakan Tambahan (Extra Fooding)

Terakhir, namun tidak kalah penting, adalah mengevaluasi asupan nutrisi, khususnya pakan tambahan atau Extra Fooding (EF). Pemberian kroto yang sudah basi atau jangkrik yang kurang sehat bisa memicu infeksi bakteri pada tenggorokan.

Sementara itu, pakan yang terlalu “panas” seperti ulat hongkong sebaiknya dihindari dulu agar tidak memicu birahi berlebih yang membuat burung terus berteriak. Fokuslah pada pemberian jangkrik alam yang bersih dan kroto segar dalam porsi moderat. Nutrisi yang seimbang akan mempercepat regenerasi sel, memastikan murai batu Anda siap tampil gacor dan memukau para juri.

Scroll to Top