Merawat burung Murai Batu dalam sistem ternak memang berbeda dengan perawatan untuk lomba. Fokus Anda bukan pada pembentukan vokal juara, melainkan pada menjaga stabilitas emosi, birahi, dan kondisi reproduksi agar indukan terus produktif bertelur dan meloloh anakan dengan baik.
Jadwal harian yang konsisten adalah kunci kesuksesan bisnis ternak Anda. Berikut ini adalah panduan lengkap tentang rutinitas perawatan Murai Batu dari pagi hingga malam yang harus Anda lakukan setiap hari untuk hasil maksimal.
Rutinitas Pagi Hari: Persiapan Awal dan Pengecekan
Mulai dari pukul 05.30 pagi, lakukan pengembunan (angin-angin) di teras selama 15-20 menit tanpa langsung dijemur. Tahap ini membantu burung untuk beradaptasi dengan suhu pagi yang sejuk sebelum aktivitas intensif dimulai. Gunakan waktu ini untuk melakukan pengecekan kesehatan: amati apakah bulu terlihat berdiri sempurna, mata cerah, dan gerakan aktif.
Sementara itu, bersihkan kandang ternak dari sisa pakan kemarin, kotoran (percikan), dan ganti air minum dengan air bersih segar. Kebersihan kandang adalah fondasi kesehatan burung. Jangan biarkan sisa pakan berair yang bisa tumbuh jamur atau bakteri.
BACA JUGA: 7 Ciri-Ciri Murai Batu yang Sudah Tua (Afkir)
Pemberian Pakan Pagi dan Jenis Pakan Wajib
Setelah pengembunan selesai, sekitar pukul 06.00, berikan pakan reguler dalam bentuk Voer berkualitas tinggi (protein minimal 12%) yang sudah diletakkan di cepuk terpisah. Jangan langsung berikan pakan hidup tanpa voer, karena voer berfungsi sebagai dasar nutrisi keseimbangan.
Kemudian, berikan jangkrik sebanyak 4-5 ekor ke wadah Extra Fooding (EF) terpisah. Jangkrik sebaiknya diberi makan “rumah” (jangkrik berkualitas) hari sebelumnya agar nutrisi terjaga. Untuk hari Senin dan Kamis pagi, tambahkan 1 sendok makan Kroto segar sebagai suplemen protein ultra tinggi yang merangsang birahi dan pembentukan telur. Kroto hanya boleh diberikan maksimal 2 kali per minggu karena terlalu tinggi kolesterol akan membuat indukan sakit.
BACA JUGA: Harga Burung Murai Batu Terbaru Berdasarkan Umur dan Jenisnya
Waktu Jemur Optimal dan Durasi Penjemuran
Lakukan penjemuran pada pukul 07.00-09.00 selama 30-60 menit, tergantung cuaca. Penjemuran pagi sangat vital untuk burung ternak karena matahari pagi membantu pembentukan Vitamin D, meningkatkan metabolisme, dan menjaga kesehatan tulang saat indukan bertelur.
Letakkan kandang di tempat yang terkena sinar matahari langsung namun tidak terlalu panas (hindari sinar matahari setelah jam 10.00 yang bisa menyebabkan heat stress). Pastikan burung tidak bisa saling melihat dengan kandang ternak lain agar tidak bertarung dan stres. Jika cuaca hujan atau mendung, skip penjemuran untuk hari itu karena burung bisa kedinginan dan sakit.
BACA JUGA: Cara Mengatasi Kaki Murai Batu yang Diangkat Satu (Bumblefoot)
Sesi Mandi dan Pengeringan Bulu
Sekitar pukul 07.30 atau setelah penjemuran dimulai, mandikan burung dengan cara disemprot halus atau dibiarkan mandi sendiri di bak mandi dalam kandang. Gunakan air bersih bersuhu ruangan (tidak terlalu dingin). Mandi 1-2 kali seminggu cukup untuk burung ternak, berbeda dengan burung lomba yang sering dimandikan.
Jangan terlalu sering mandi karena bisa merusak lapisan pelindung minyak alami di bulu. Setelah selesai mandi, angin-anginkan burung di tempat yang tidak terkena hembusan angin langsung selama 15-30 menit sampai bulu benar-benar kering. Burung yang basah lama bisa mengalami masalah pernapasan atau penyakit kulit.
Penjemuran Lanjutan dan Istirahat Siang
Setelah proses mandi dan pengeringan selesai (sekitar pukul 09.00-10.00), lanjutkan penjemuran jika cuaca memungkinkan hingga pukul 11.00. Total penjemuran tidak boleh melebihi 1-2 jam agar burung tidak kepanasan. Kemudian, pukul 12.00 siang, pindahkan kandang ke tempat yang teduh dengan sirkulasi udara baik.
Fase ini adalah waktu istirahat burung, jadi pastikan lingkungan tenang dan minim gangguan. Burung ternak yang diganggu terus-menerus akan stres dan berhenti bertelur. Ganti air minum sekali lagi pada saat ini dan periksa apakah masih ada sisa pakan yang perlu dibersihkan.
BACA JUGA: Murai Batu Medan: Ciri-ciri, Kelebihan Harga dan Karakteristiknya
Pemberian Pakan dan EF Siang/Sore
Pukul 14.00-15.00, berikan jangkrik lagi sebanyak 3-4 ekor untuk menjaga energi dan kesegaran burung di sore hari. Jika hari Senin atau Kamis pagi Anda sudah memberikan kroto, maka sore harinya cukup berikan jangkrik biasa tanpa kroto tambahan. Untuk hari Selasa pagi atau Jumat sore, Anda bisa memberikan cacing tanah sebanyak 1-2 ekor sebagai variasi protein (cacing kaya akan mineral dan kolesterol baik).
Variasi pakan ini penting untuk keseimbangan nutrisi dan mencegah burung “bosan” dengan satu jenis pakan yang monoton. Namun, hindari memberikan pakan hidup berlebihan yang bisa membuat burung kelebihan protein dan stres.
BACA JUGA: 5 Langkah Membersihkan Kutu dan Tungau Pada Murai Batu
Pemasteran dan Waktu Pemberian Audio (Opsional untuk Ternak)
Jika Anda ingin menghasilkan trotolan yang berkualitas vokal tinggi, lakukan sesi pemasteran sore hari pukul 14.00-16.00 (2 jam setiap hari atau 5 jam terpusat) dengan memutar rekaman masteran berkualitas melalui speaker dengan volume rendah. Namun, untuk sistem ternak pemula, pemasteran tidak mutlak diperlukan.
Fokusnya adalah pada produksi kuantitas anakan yang sehat dan berkualitas fisik. Jika Anda merasa audio masteran menambah stres pada indukan, sebaiknya skip tahap ini dan fokus pada manajemen pakan dan kebersihan saja. Audio masteran lebih relevan untuk burung yang akan dijual sebagai trotolan berkicau.
BACA JUGA: 8 Manfaat Terapi Embun Malam untuk Burung Murai Batu
Rutinitas Malam dan Istirahat Malam
Pukul 17.00-18.00, berikan jangkrik penutup hari sebanyak 2-3 ekor dan pastikan air minum masih bersih dan tersedia. Sekitar pukul 18.30, mulai persiapkan burung untuk istirahat malam dengan cara menutup kandang menggunakan kerodong (kain penutup) agar burung tidak merasa terganggu oleh cahaya atau suara eksternal.
Istirahat malam yang berkualitas (8-10 jam dalam keadaan tenang) sangat penting untuk indukan ternak karena di fase istirahat inilah hormon reproduksi bekerja optimal untuk pembentukan telur. Jangan biarkan kandang terkena cahaya artificial di malam hari karena bisa mengganggu ritme sirkadian burung. Pastikan juga kandang dialasi pasir atau tanah yang dibasahi seminggu sekali untuk menjaga kelembapan alami yang mirip habitat asli.
Tabel Ringkas Jadwal Harian Murai Batu Ternak
| Waktu | Aktivitas | Rincian | Alasan |
|---|---|---|---|
| 05.30-06.00 | Pengembunan | Angin-angin 15-20 menit | Adaptasi suhu, pengecekan kesehatan |
| 06.00-07.00 | Pemberian Pakan Pagi | Voer + Jangkrik 4-5 ekor + Kroto (2x/minggu) | Nutrisi dasar dan protein breeding |
| 07.00-09.00 | Penjemuran | 30-60 menit, hindari setelah jam 10 | Vitamin D, metabolisme, kesehatan tulang |
| 07.30 | Mandi Burung | Disemprot atau mandi sendiri | Kebersihan bulu, kurangi parasit |
| 12.00 | Istirahat Siang | Pindah ke tempat teduh | Mencegah heat stress, recovery energi |
| 14.00-15.00 | Pakan Siang/Sore | Jangkrik 3-4 ekor | Menjaga energi sore hari |
| 14.00-16.00 | Pemasteran (Opsional) | Audio masteran 2 jam | Meningkatkan vokal anakan (opsional) |
| 17.00-18.00 | Pakan Penutup & Pengecekan | Jangkrik 2-3 ekor + check air minum | Persiapan istirahat, kondisi burung |
| 18.30 | Kerodong Kandang | Tutup dengan kain gelap | Istirahat optimal 8-10 jam |
Dengan menjalankan jadwal harian ini secara disiplin dan konsisten, Anda akan menciptakan lingkungan yang optimal bagi indukan Murai Batu untuk terus produktif bertelur dan meloloh anakan berkualitas. Ingat konsistensi adalah raja dalam bisnis ternak, burung akan merespons baik jika rutinitas selalu sama setiap hari.


