Anda yang sedang mempersiapkan murai batu untuk lomba tentu memahami bahwa Extra Fooding (EF) memegang peranan penting dalam menentukan performa burung di gantangan. Selain jangkrik dan kroto yang sudah umum, ikan cere atau ikan guppy liar telah menjadi pilihan banyak kicaumania berkat profil nutrisinya yang lengkap.
Ikan cere mengandung protein tinggi 19 hingga 22 persen, asam lemak omega 3, kalsium, fosfor, dan berbagai vitamin yang mendukung kondisi fisik dan mental burung. Pemberian ikan cere sebagai setingan Extra Fooding dapat menjadi kunci untuk menghasilkan murai batu jawara yang mampu ngeplay secara maksimal. Mari kita bahas tujuh manfaat utama ikan cere dan panduan pemberiannya yang tepat untuk murai batu lomba Anda.
Meningkatkan Stamina dan Level Energi Murai Batu
Stamina adalah fondasi utama bagi murai batu yang akan turun di gantangan. Ikan cere mengandung lemak sehat yang berfungsi sebagai sumber energi cadangan dengan kepadatan kalori yang lebih tinggi dibandingkan serangga biasa. Ketika murai batu Anda mengonsumsi ikan cere, lemak tersebut dikonversi menjadi energi secara efisien melalui proses metabolisme.
Hal ini membuat burung tidak mudah lelah terutama saat harus tampil fighter dalam durasi panjang di losgan atau latpres. Anda akan melihat perbedaan nyata pada murai batu yang mendapat asupan ikan cere secara teratur karena mereka terlihat lebih lincah dan memiliki tenaga simpanan di akhir sesi lomba.
Berbeda dengan murai batu dingin yang memerlukan setingan panas, pemberian ikan cere dapat membantu mendongkrak energi tanpa memicu over emosi. Untuk hasil optimal, berikan ikan cere 2 hingga 3 kali seminggu dengan porsi 3 hingga 5 ekor per pemberian sebagai bagian dari rawatan harian yang seimbang.
Mengilapkan dan Menyehatkan Bulu
Penampilan murai batu di arena lomba sangat dipengaruhi oleh kualitas bulunya. Ikan cere kaya akan kandungan minyak alami seperti omega 3 dan omega 6 yang memberikan dampak langsung pada kondisi eksterior burung. Asam lemak esensial ini menutrisi folikel bulu dan merangsang produksi minyak alami pada kelenjar uropygial di pangkal ekor murai batu.
Mekanisme ini membuat bulu menjadi lebih mengkilap, rapi, dan memiliki sifat water repellent yang baik. Manfaat ini sangat terasa bagi murai batu yang sedang dalam masa penyelesaian ganti bulu atau pasca mabung untuk memaksimalkan tampilan barunya.
Bulu yang sehat dan berkilau bukan hanya soal estetika tetapi juga mencerminkan kondisi kesehatan internal yang prima. Selain itu, asupan vitamin A dan E dari ikan cere membantu proses peremajaan kulit dan bulu sehingga murai batu Anda tampak lebih segar. Pemberian ikan cere secara konsisten akan membuat bulu tidak mudah kusam atau rusak saat burung nyetrek agresif di hadapan lawan.
BACA JUGA: Penyebab Murai Batu Saat Dorong Ekor Suaranya Cuma Ngeriwik
Mendongkrak Emosi dan Mental Tarung
Mental fighter adalah karakter yang sangat dibutuhkan oleh murai batu lomba. Bagi murai batu yang kurang ngotot atau memiliki emosi rendah, ikan cere bisa menjadi pemicu yang efektif untuk meningkatkan agresivitas. Protein hewani dari ikan cere bersifat panas dalam terminologi kicau mania yang dapat menaikkan suhu tubuh dan metabolisme burung. Kenaikan metabolisme ini memicu naiknya level birahi dan emosi secara terkontrol tanpa menyebabkan kondisi over emosi yang kontraproduktif.
Yang menarik dari pemberian ikan cere adalah proses mengejar ikan hidup di wadah air yang membangkitkan insting predator alami murai batu. Aktivitas berburu ini memberikan stimulasi mental yang luar biasa dan mencegah kebosanan yang merupakan penyebab utama stres pada burung di dalam sangkar.
Murai batu yang aktif secara mental akan lebih bahagia dan siap bertarung. Keberhasilan dalam menangkap mangsa meski dalam lingkungan terkontrol dapat meningkatkan kepercayaan diri burung secara psikologis sehingga lebih berani menghadapi lawan di gantangan.
BACA JUGA: 7 Langkah Menyembuhkan Murai Batu dari Penyakit Tetelo
Merangsang Murai Batu Lebih Rajin Gacor
Kombinasi antara stamina prima dan birahi yang stabil adalah kunci utama untuk membuat murai batu gacor secara konsisten. Ikan cere mengandung nutrisi mikro seperti zinc dan vitamin B kompleks yang mendukung fungsi syaraf syrinx atau pita suara burung.
Protein tinggi dalam ikan cere memastikan murai batu memiliki tenaga cukup untuk mengeluarkan suara tembakan yang keras dan lantang. Banyak kicaumania melaporkan bahwa murai batu mereka menjadi lebih gacor setelah mendapat ikan cere secara rutin dengan volume suara yang lebih kristal dan jernih.
Intensitas kicauan meningkat karena burung mampu bongkar isian dengan lebih ekspresif. Kandungan omega 3 membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan dan mengurangi inflamasi yang bisa mengganggu kualitas suara.
Untuk mendapatkan hasil maksimal, berikan ikan cere pada H minus 3 atau H minus 1 sebelum lomba dengan dosis 5 hingga 10 ekor tergantung toleransi burung. Setingan ini akan membantu murai batu Anda tampil gacor dan ngeplong saat berada di losgan menghadapi lawan.
BACA JUGA: 7 Extra Food Yang Bikin Kicau Murai Batu Tambah Gacor
Sumber Kalsium Alami
Aspek yang sering diabaikan adalah bahwa ikan cere dimakan utuh beserta tulang dan kepalanya. Tulang ikan cere yang lunak mengandung kalsium organik yang lebih mudah diserap tubuh murai batu dibandingkan kalsium dari grit batu kapur. Mineral ini sangat penting untuk memperkuat struktur tulang, paruh, dan kuku burung agar tidak mudah patah saat melakukan gerakan agresif.
Kalsium juga berperan dalam kontraksi otot yang optimal sehingga murai batu dapat melompat dan bertengger dengan stabil. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan kelumpuhan atau kram kaki yang sering terjadi pada burung lomba yang dipaksakan tampil terlalu sering.
Selain kalsium, ikan cere juga mengandung fosfor yang bekerja sinergis untuk kesehatan tulang. Bagi indukan betina yang sedang dalam program breeding, asupan kalsium dari ikan cere sangat krusial untuk pembentukan cangkang telur yang kuat dan mencegah egg binding. Anda dapat memberikan ikan cere 3 hingga 4 kali seminggu dengan porsi 10 hingga 15 ekor untuk indukan dalam masa produktif.
BACA JUGA: 7 Langkah Menyembuhkan Murai Batu dari Penyakit Tetelo
Mendukung Kecerdasan dan Fungsi Saraf
Murai batu adalah burung peniru yang membutuhkan fungsi kognitif tinggi untuk merekam materi lagu dari masteran. Ikan cere mengandung DHA atau Docosahexaenoic acid dan taurin yang berperan penting dalam kesehatan jaringan otak dan transmisi sinyal saraf. DHA merupakan komponen struktural utama membran sel otak yang memperkuat fungsi memori dan kemampuan belajar. Asupan cukup DHA membantu murai batu lebih cepat menghafal isian dari burung master atau rekaman suara terapi yang Anda berikan.
Selain itu, omega 3 dalam ikan cere juga penting untuk kesehatan mata dan penglihatan tajam yang dibutuhkan murai batu untuk navigasi dan mendeteksi ancaman. Burung dengan fungsi saraf optimal akan lebih fokus, responsif terhadap lingkungan, dan mampu mengeluarkan nembak dengan tembakan rapat yang menjadi nilai plus di mata juri.
Kecerdasan ini juga membantu murai batu beradaptasi dengan situasi lomba yang penuh tekanan. Untuk mendukung perkembangan kognitif optimal, kombinasikan pemberian ikan cere dengan pola perawatan yang konsisten termasuk penjemuran dan mandi keramba yang teratur.
BACA JUGA: 10 Ciri Trotol Murai Batu yang Gacor Jika Dirawat
Cara Memberikan Ikan Cere dengan Benar dan Aman
Pemberian ikan cere harus dilakukan dengan metode yang tepat agar manfaatnya maksimal dan aman bagi murai batu Anda. Langkah pertama adalah melakukan karantina ikan dengan menempatkannya di wadah berisi air bersih selama 1×24 jam sambil mengganti air 2 hingga 3 kali untuk membilas kotoran dan mencegah kontaminasi.
Pilih ikan cere berukuran kecil hingga sedang maksimal 2 hingga 3 cm karena murai batu menelan mangsa secara utuh dan ikan terlalu besar bisa menyebabkan tersedak. Untuk penyajian, gunakan cepuk mandi atau wadah air dengan kedalaman sekitar 1 hingga 2 cm dan masukkan ikan hidup ke dalamnya. Biarkan murai batu mematuk dan menangkapnya sendiri untuk memberikan sensasi berburu yang menyenangkan.
Dosis untuk rawatan harian adalah 3 hingga 5 ekor sebanyak 1 hingga 2 kali seminggu sedangkan untuk persiapan lomba berikan 5 hingga 10 ekor pada H minus 3 atau H minus 1. Perhatikan risiko over birahi jika diberikan setiap hari tanpa diimbangi penjemuran atau umbaran yang cukup. Hindari mengambil ikan cere dari selokan yang tercemar limbah dan pastikan sumber ikan dari perairan bersih atau budidaya kolam.


