Modal Ternak Murai Batu dan List Barang Yang Perlu Dibeli

Memulai bisnis ternak Murai Batu bukan sekadar hobi, tetapi sebuah investasi yang menjanjikan jika Anda melakukannya dengan perhitungan matang. Di tahun 2024 dan 2025 ini, pasar burung ekor panjang ini masih sangat stabil, terutama untuk kelas entry-level hingga menengah. Sebagai seorang Kicau Mania, Anda pasti paham bahwa “gacoan” berkualitas lahir dari manajemen kandang yang disiplin, bukan sekadar keberuntungan. Panduan ini akan membawa Anda membedah satu per satu kebutuhan modal dan barang apa saja yang wajib Anda beli sebelum memasukkan sepasang burung ke dalam kandang. Mari kita mulai perjalanan menjadi peternak sukses dengan fondasi yang kuat.

Menyiapkan Lokasi dan Kandang Ternak yang Ideal

Langkah pertama yang harus Anda eksekusi adalah menyiapkan infrastruktur fisik. Anda tidak perlu menyewa lahan luas; pekarangan belakang atau ruangan kosong berukuran 3×3 meter sudah cukup untuk memulai dengan 1-3 pasang. Kandang ternak berbeda dengan sangkar gantung harian. Anda memerlukan kandang permanen atau semi-permanen (kandang batere) yang memberikan ruang gerak cukup bagi burung untuk kawin.

Biaya pembuatan kandang sangat bervariasi tergantung material. Jika Anda menggunakan rangka kayu kaso dan kawat ram hijau, biayanya sangat terjangkau. Namun, untuk durabilitas jangka panjang dan kemudahan pembersihan, rangka besi hollow atau aluminium sangat disarankan. Pastikan lantai kandang dilapisi pasir atau tanah untuk menjaga kelembapan yang mirip habitat asli. Jangan lupa, aspek terpenting adalah keamanan dari predator seperti tikus dan kucing.

Estimasi Biaya:

  • Kandang Minimalis (Kayu + Kawat): Rp500.000 – Rp750.000 per petak.
  • Kandang Aluminium/Besi (Lebih awet): Rp1.500.000 – Rp2.000.000 per petak.

BACA JUGA: Perawatan Murai Batu Saat Musim Hujan Yang Tepat

Daftar Perlengkapan Wajib di Dalam Kandang

Setelah “rumah” mereka jadi, Anda wajib mengisinya dengan perabotan yang menunjang kenyamanan reproduksi. Jangan remehkan detail kecil ini, karena Murai Batu adalah burung yang sensitif. Perlengkapan utama adalah Glodok atau kotak sarang. Anda sebaiknya menyediakan 2-3 pilihan glodok dengan posisi berbeda (tinggi/rendah) di dalam satu kandang agar indukan betina bisa memilih tempat yang paling ia rasa aman.

Selain itu, sediakan tangkringan (pangkringan) dari kayu asem atau ranting alami dengan tekstur kasar agar cengkeraman burung kuat saat proses perkawinan. Wadah pakan dan minum juga harus berukuran lebih besar dari standar harian, termasuk wadah khusus untuk Extra Fooding (EF) seperti kroto dan jangkrik agar tidak tercecer. Terakhir, sediakan bak mandi di dalam kandang karena indukan perlu menjaga suhu tubuh dan kebersihan bulu saat mengerami telur.

Checklist Belanja:

  • Glodok Kayu/Triplek (2-3 buah): @Rp25.000 – Rp50.000
  • Tangkringan Kayu Asem: Rp15.000
  • Set Wadah Pakan & Minum Besar: Rp30.000
  • Bahan Sarang (Daun cemara kering/serabut kelapa): Rp20.000

BACA JUGA: Perbedaan Murai Batu Malaysia dan Medan

Strategi Membeli Indukan

Ini adalah pos pengeluaran terbesar dan paling krusial. Anda dihadapkan pada dua pilihan strategi: membeli anakan (trotol) lalu membesarkannya, atau membeli indukan “siapan” (siap produksi). Untuk perputaran modal yang lebih cepat, saya sangat menyarankan Anda membeli Indukan Siapan atau pasangan yang sudah pernah produksi (jodohan). Membeli trotol memang murah, tapi Anda harus menunggu 8-10 bulan hingga mereka matang kelamin, belum lagi risiko kematian atau salah prediksi jenis kelamin.

Carilah indukan dari peternak terpercaya (memiliki ring identitas jelas). Fokuslah pada betina yang memiliki riwayat produksi lancar dan jantan yang tidak terlalu agresif (KDRT). Jangan tergiur harga miring di pasar burung ombyokan tanpa jaminan genetik. Kualitas indukan akan 100% menentukan harga jual anakan Anda nantinya. Indukan dengan trah juara atau ekor panjang tentu lebih mahal, namun anakannya lebih mudah dijual dengan harga tinggi.

Estimasi Harga (Update 2024/2025):

  • Betina Siap Ternak (8 bulan+): Rp1.000.000 – Rp2.500.000
  • Jantan Siap Ternak (Gacor): Rp2.000.000 – Rp5.000.000
  • Sepasang Jodohan (Siap Produk): Rp3.500.000 – Rp7.000.000 (Tergantung Trah)

BACA JUGA: 10 Makanan Yang Burung Murai Batu Tidak Boleh Konsumsi

Manajemen Pakan: Stok Jangkrik, Kroto, dan Voer

Dalam bisnis ternak, pakan adalah “bahan bakar” mesin produksi Anda. Anda tidak boleh pelit pada sektor ini. Indukan yang sedang berproduksi membutuhkan asupan protein hewani yang jauh lebih tinggi daripada burung lomba. Jangkrik adalah menu wajib harian, sedangkan Kroto (telur semut rangrang) adalah “superfood” yang merangsang birahi dan pembentukan telur.

Anda perlu membeli tempat penyimpanan jangkrik (box container plastik) agar jangkrik tidak mudah mati dan tetap segar. Selain pakan hidup, sediakan Voer berprotein tinggi sebagai pakan pendamping. Ingat, saat indukan meloloh anakan, konsumsi pakan akan melonjak hingga 3-4 kali lipat dari biasanya. Anda harus memiliki supplier jangkrik dan kroto langganan agar stok tidak putus, karena perubahan menu mendadak bisa membuat indukan stres dan membuang telurnya.

Estimasi Biaya Pakan (Per Pasang/Bulan):

  • Jangkrik (1-2 kg): Rp60.000 – Rp100.000
  • Kroto (2-3 ons/minggu): Rp150.000 – Rp200.000
  • Voer & Ulat Hongkong: Rp30.000

BACA JUGA: Kapan Waktu Terbaik Memaster Murai Batu (Pagi, Siang, atau Malam?)

Suplemen dan Obat-obatan Penting

Kesehatan aset hidup Anda harus dijaga ketat. Sebagai peternak pemula, Anda wajib memiliki kotak P3K khusus burung. Masalah yang sering muncul adalah gangguan pencernaan (berak kapur), tetelo (saraf), hingga masalah egg binding (betina sulit bertelur). Mencegah lebih murah daripada mengobati, jadi rutinlah memberikan multivitamin yang dicampur ke air minum seminggu sekali.

Selain vitamin harian, Anda perlu suplemen khusus breeding yang mengandung Kalsium tinggi dan Vitamin E. Kalsium sangat vital untuk pembentukan cangkang telur yang kuat dan mencegah indukan betina lumpuh setelah bertelur. Vitamin E berfungsi mendongkrak fertilitas telur agar persentase penetasan tinggi. Jangan tunggu burung sakit baru membeli obat; belilah di awal sebagai langkah antisipasi.

List Obat Wajib:

  • Suplemen Breeding (Cth: Mineral/Kalsium cair): Rp50.000 – Rp100.000
  • Obat Anti Saraf/Tetelo: Rp25.000
  • Antibiotik (Super N atau sejenisnya): Rp15.000
  • Disinfektan Kandang: Rp30.000

BACA JUGA: Cara Agar Murai Batu Nurut Dengan Pemiliknya

Perangkat Tambahan: Masteran dan Inkubator

Untuk meningkatkan nilai jual anakan (trotolan) Anda nanti, Anda harus “mensekolahkan” mereka sejak dini. Di sinilah peran perangkat audio masteran. Anda bisa membeli Sonic Master atau pemutar MP3 yang berisi materi lagu burung-burung mewah seperti Cililin, Kenari, atau Kapas Tembak. Perdengarkan audio ini 24 jam nonstop dengan volume lirih di dekat kandang ternak atau kandang pembesaran trotol.

Bagi Anda yang ingin lebih serius dan mengurangi risiko anakan dibuang induk, pertimbangkan membeli atau merakit Inkubator (Mesin Penetas Telur) atau Brooder Box (kotak penghangat anakan). Dengan alat ini, Anda bisa memanen telur lebih awal dan menetaskannya sendiri, sehingga indukan bisa segera bertelur kembali (produktifitas meningkat).

Estimasi Harga:

  • Speaker Masteran (Audio Box): Rp150.000 – Rp350.000
  • Lampu Penghangat (Bohlam 5 Watt): Rp10.000
  • (Opsional) Inkubator Sederhana: Rp300.000 – Rp500.000

Estimasi Total Modal Awal (CAPEX)

Berikut adalah rekapitulasi modal awal yang perlu Anda siapkan untuk memulai usaha ternak Murai Batu dengan skala pemula (1 Pasang Indukan Berkualitas Standar). Angka ini adalah estimasi aman agar Anda tidak kekurangan dana di tengah jalan.

Komponen BiayaRincian BarangEstimasi Biaya (Rp)
Kandang & InfrastrukturPembuatan kandang, pasir, kawat ram1.000.000
Indukan (Aset Utama)1 Pasang (Jantan & Betina Siap Ternak)3.500.000
Perlengkapan KandangGlodok, tempat makan, tangkringan150.000
Stok Pakan Awal (1 Bulan)Jangkrik, Kroto, Voer, Cacing300.000
Kesehatan & SuplemenVitamin breeding, obat-obatan150.000
Alat PendukungLampu, Sprayer, Alat kebersihan100.000
Dana CadanganBiaya tak terduga500.000
TOTAL MODAL AWALRp 5.700.000

Catatan: Modal bisa ditekan hingga Rp 3-4 juta jika Anda membuat kandang sendiri dari bahan bekas dan mencari indukan dari teman sesama komunitas dengan harga persahabatan.

Proyeksi Biaya Bulanan dan Potensi Keuntungan

Setelah modal awal keluar, Anda hanya perlu memikirkan biaya operasional (OpEx). Biaya pakan dan vitamin per pasang berkisar Rp250.000 – Rp300.000 per bulan. Ini adalah biaya yang sangat terjangkau dibandingkan potensi keuntungannya.

Mari berhitung keuntungannya. Jika sepasang indukan lancar berproduksi, mereka bisa bertelur sebulan sekali. Anggaplah dari 3 telur, menetas 2 ekor trotolan sehat. Di usia 2 bulan (lepas sapih), harga trotolan jantan (trah standar) berkisar Rp1.200.000 – Rp1.500.000 per ekor, dan betina Rp250.000 – Rp350.000.

  • Potensi Omzet per Bulan (Asumsi 1 Jantan + 1 Betina panen): Rp 1.500.000
  • Laba Bersih: Rp 1.500.000 – Rp 300.000 (Pakan) = Rp 1.200.000 per bulan.

Dalam waktu 5-6 bulan produksi lancar, modal awal Anda sudah kembali (Break Even Point). Kuncinya adalah menjaga mortalitas (kematian) anakan sekecil mungkin dan membangun reputasi farm Anda agar harga jual bisa naik. Selamat mencoba

Scroll to Top