Saat Anda mengalami kegagalan penjodohan dengan murai batu jantan milik Anda, frustrasi yang muncul sangat dapat dipahami. Burung yang seharusnya gacor dan siap produksi malah menunjukkan penolakan terhadap betina. Masalah ini ternyata bukan sekadar soal keberuntungan, melainkan kombinasi kompleks dari berbagai faktor yang saling terkait. Berikut pembahasan mendalam tentang sembilan penyebab utama mengapa murai batu jantan Anda tidak mau dijodohkan.
Usia Belum Matang Secara Reproduksi
Diakibatkan oleh pemaksaan penjodohan terlalu dini, murai batu jantan Anda mungkin belum siap secara hormonal. Untuk burung hasil tangkapan hutan, kematangan seksual baru tercapai sekitar usia tiga tahun meskipun secara fisik terlihat dewasa. Diakibatkan oleh terburu-burunya peternak, banyak yang mencoba menjodohkan murai batu pada usia satu tahun padahal burung tersebut belum menunjukkan tanda birahi yang memadai.
Murai batu hasil penangkaran memang dapat mulai dijodohkan lebih awal, namun tetap memerlukan waktu hingga dua tahun untuk benar-benar siap kawin. Ketika Anda memaksa proses ini, jantan tidak akan merespons betina karena secara biologis belum berkembang sempurna.
BACA JUGA: 7 Cara Membedakan Jenis Murai Batu Secara Pasti
Hilangnya Birahi atau Dorongan Kawin
Hal lainnya murai batu susah kawin diakibatkan oleh berbagai gangguan dalam perawatan harian, birahi murai batu jantan bisa menghilang mendadak. Ciri utama burung yang birahi adalah perilaku gacor yang meningkat drastis dibanding biasanya.
Ketika didekatkan dengan betina, murai batu yang birahi akan langsung menunjukkan rayuan khas seperti mengembangkan sayap dan mengeluarkan tembakan rapat. Diakibatkan oleh pola perawatan yang tidak konsisten, hormon testosteron tidak terstimulasi dengan baik.
Diakibatkan oleh kurangnya extra fooding seperti jangkrik dan ulat hongkong yang kaya protein, birahi sulit dimunculkan. Anda perlu memastikan pemberian voer berkualitas tinggi dan extra fooding secara teratur. Murai batu yang tidak mau kawin sering menunjukkan sikap acuh pada betina, tidak gacor seperti biasanya, dan terlihat lesu.
BACA JUGA: 8 Manfaat Terapi Embun Malam untuk Burung Murai Batu
Stres dan Gangguan Emosional
Diakibatkan oleh lingkungan yang tidak mendukung, murai batu mengalami tekanan psikologis yang menurunkan keinginan kawin. Diakibatkan oleh perpindahan kandang yang terlalu sering, burung kehilangan rasa aman dan nyaman.
Stres pada murai batu ditandai dengan hilangnya nafsu makan, perilaku tidak mau kawin yang konsisten, dan kondisi fisik yang menurun. Diakibatkan oleh gangguan eksternal seperti kebisingan atau kehadiran predator di sekitar kandang, hormon kortisol meningkat sementara hormon reproduksi menurun drastis.
Ketika Anda melihat murai batu yang sebelumnya gacor tiba-tiba menjadi pendiam dan tidak mau kawin meskipun sudah dijodohkan berkali-kali, kemungkinan besar burung tersebut sedang mengalami stres berat. Diakibatkan oleh kondisi ini, birahi otomatis hilang dan proses penjodohan akan selalu gagal.
BACA JUGA: 10 Ciri Burung Murai Batu yang Akan Mati Perlu Anda Antisipasi
Paparan Cahaya Matahari Berlebihan
Diakibatkan oleh penempatan kandang yang kurang tepat, murai batu terpapar sinar matahari langsung sepanjang hari tanpa area teduh. Meskipun penjemuran sangat penting untuk meningkatkan hormon testosteron yang memicu birahi, paparan berlebihan justru kontraproduktif.
Diakibatkan oleh suhu kandang yang terlalu panas, burung merasa tidak nyaman dan tidak aman untuk melakukan aktivitas kawin. Anda perlu menyediakan keseimbangan antara area yang terkena cahaya dan tempat berlindung.
Diakibatkan oleh ketidaknyamanan ini, murai batu jantan yang seharusnya gacor malah menjadi tidak mau kawin karena fokusnya teralihkan pada kebutuhan untuk mencari tempat teduh. Kondisi ideal memerlukan kandang yang memiliki bagian teduh sehingga burung dapat memilih sendiri kapan ingin berjemur.
BACA JUGA: Lama Proses Murai Batu Bertelur Setelah Kawin Sampai Menetas
Suasana Kandang Terlalu Ramai
Diakibatkan oleh lokasi kandang penangkaran yang berdekatan dengan jalan raya atau area industri, kebisingan tinggi mengganggu konsentrasi murai batu. Baik jantan maupun betina membutuhkan suasana tenang untuk proses kawin. Diakibatkan oleh lalu lalang kendaraan dan aktivitas manusia yang intens, burung tidak dapat fokus pada pasangannya.
Ketika Anda menempatkan kandang di area yang bising, murai batu akan mengalami stres yang membuat mereka tidak mau kawin meskipun sudah dijodohkan. Diakibatkan oleh gangguan suara yang konstan, birahi menurun drastis.
Diakibatkan oleh tekanan lingkungan ini, bahkan murai batu yang biasanya gacor akan berhenti berkicau dan menunjukkan sikap takut atau agresif terhadap betina. Anda perlu memindahkan kandang ke lokasi yang lebih sepi dan aman.
BACA JUGA: Berapa Lama Ekor Murai Batu yang Putus Tumbuh Kembali? Ini Jawabannya!
Nutrisi dan Pakan Tidak Mencukupi
Diakibatkan oleh pemberian pakan yang tidak memadai, murai batu kekurangan energi untuk reproduksi. Asupan extra fooding seperti jangkrik, ulat hongkong, dan kroto yang kaya protein sangat penting untuk menaikkan hormon testosteron. Diakibatkan oleh kualitas voer yang rendah atau porsi yang tidak mencukupi, kondisi fisik burung menurun dan birahi hilang.
Murai batu yang tidak mau kawin sering disebabkan oleh defisiensi nutrisi yang membuat stamina drop. Diakibatkan oleh kurangnya asupan protein hewani, burung tidak memiliki energi yang cukup untuk menunjukkan perilaku gacor dan merayu betina.
Anda harus memastikan pemberian extra fooding secara teratur dan dalam porsi yang tepat. Diakibatkan oleh pola makan yang buruk, bahkan murai batu yang sudah dijodohkan berkali-kali tetap menolak untuk kawin.
BACA JUGA: 9 Jenis Burung Masteran untuk Murai Batu dan Alasannya
Kondisi Kesehatan Buruk
Diakibatkan oleh penyakit atau masa mabung, kesehatan fisik murai batu terganggu sehingga kemampuan reproduksi menurun drastis. Burung yang sedang sakit akan terlihat lesu, tidak gacor, dan tidak menunjukkan gairah kawin sama sekali. Diakibatkan oleh proses mabung yang menyerap hingga 25 persen protein tubuh, metabolisme meningkat 40 persen dari kondisi normal sehingga tidak ada energi tersisa untuk reproduksi.
Ketika Anda mencoba menjodohkan murai batu yang sedang atau baru selesai mabung, kegagalan hampir pasti terjadi karena burung tidak mau kawin dalam kondisi lemah. Diakibatkan oleh pemulihan yang belum sempurna, birahi belum kembali normal. Anda perlu memberikan waktu istirahat yang cukup dan meningkatkan asupan nutrisi sebelum mencoba penjodohan kembali.
Ketidakcocokan dengan Pasangan
Diakibatkan oleh karakteristik individual yang berbeda, tidak semua murai batu jantan cocok dengan semua betina. Beberapa jantan sangat pemilih dan hanya mau kawin dengan betina tertentu yang sesuai preferensi mereka. Diakibatkan oleh perbedaan karakter yang terlalu mencolok, jantan akan menunjukkan perilaku agresif seperti mematuki kepala betina alih-alih merayunya. Ketika Anda melihat murai batu yang gacor tiba-tiba menjadi galak saat dijodohkan, kemungkinan besar terjadi ketidakcocokan.
Diakibatkan oleh perbedaan ukuran tubuh atau temperamen, proses penjodohan gagal total. Diakibatkan oleh sifat monogami beberapa murai batu jantan, mereka menolak berpoligami dan hanya mau kawin dengan satu betina saja. Anda perlu mencoba beberapa betina berbeda untuk menemukan pasangan yang cocok sebelum menyimpulkan bahwa jantan Anda tidak mau kawin.
Kondisi Fisik dan Bulu Tua
Diakibatkan oleh penggunaan berulang dalam berbagai siklus reproduksi, murai batu jantan mengalami penurunan birahi yang signifikan. Burung dengan bulu yang sudah tua atau kondisi fisik yang kurang prima cenderung menunjukkan penurunan gairah kawin. Diakibatkan oleh kelelahan akibat terlalu sering dijodohkan tanpa periode istirahat memadai, stamina reproduksi menurun drastis. Ketika tubuh terlihat membola dan tidak langsing seperti murai batu yang sehat, ini menandakan kondisi tidak optimal untuk dijodohkan.
Diakibatkan oleh overwork dalam program breeding, burung kehilangan motivasi untuk kawin meskipun sebelumnya gacor dan produktif. Anda perlu memberikan masa pemulihan yang cukup, meningkatkan kualitas pakan, dan memastikan burung kembali dalam kondisi prima sebelum mencoba penjodohan lagi. Diakibatkan oleh penampilan fisik yang buruk, betina juga mungkin menolak jantan tersebut.


