Bagi seorang Kicau Mania, perubahan cuaca ekstrem adalah musuh yang nyata. Saat Musim Hujan tiba, suhu udara menurun drastis dan kelembapan meningkat tajam, menciptakan kondisi yang tidak ideal bagi Murai batu kesayangan Anda. Burung tipe petarung ini sangat sensitif terhadap perubahan suhu, sehingga kelalaian sedikit saja bisa menyebabkan mereka sakit, serak, atau bahkan mati mendadak.
Anda harus memahami bahwa strategi rawatan saat kemarau tidak bisa diaplikasikan begitu saja saat langit mulai mendung. Berikut adalah panduan detail untuk menjaga performa Murai batu Anda tetap prima meski hujan turun setiap hari.
1. Menjaga Kehangatan Tubuh Secara Maksimal
Prioritas utama Anda saat Musim Hujan adalah memastikan Murai batu tidak kedinginan. Suhu dingin dapat membuat metabolisme tubuh Murai batu melambat dan bulunya mengembang (ngembang bulu). Untuk mengatasinya, Anda wajib menggunakan full kerodong (penutup sangkar) lebih sering daripada biasanya, terutama saat malam hari atau saat hujan turun deras disertai angin kencang.
Pastikan kerodong yang Anda gunakan berbahan tebal (seperti kaos double) untuk menahan hawa dingin menembus sangkar. Letakkan sangkar Murai batu di dalam ruangan yang kering dan jauh dari tampias air atau ventilasi udara yang berhembus kencang.
BACA JUGA: 6 Perbedaan Mabung dan Nyulam Pada Murai Batu
2. Penyesuaian Pola Pakan (Extra Fooding)
Saat Musim Hujan, Murai batu membutuhkan asupan kalori ekstra untuk membakar energi menjadi panas tubuh. Anda perlu memodifikasi setelan Extra Fooding (EF) harian. Jika biasanya Anda memberikan jangkrik 5 ekor pagi dan sore, cobalah naikkan menjadi 7-10 ekor tergantung respons tubuhnya.
Selain itu, Musim Hujan adalah waktu yang tepat untuk memberikan ulat hongkong. Ulat ini memiliki efek “panas” yang sangat baik untuk menjaga suhu internal Murai batu. Namun, berikan secara bertahap (misalnya 3-5 ekor saja) agar Murai batu tidak mengalami rontok bulu atau over-birahi akibat kepanasan.
BACA JUGA: 8 Cara Menurunkan Birahi Murai Batu Secara Baik
3. Lakukan Manajemen Kebersihan Kandang yang Ketat
Kelembapan tinggi saat Musim Hujan adalah surga bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak di dasar sangkar Murai batu. Kotoran yang menumpuk akan lebih cepat berbau amonia dan menjadi racun bagi pernapasan Murai batu. Anda tidak boleh malas membersihkan alas sangkar (tebok) setiap hari.
Pastikan karpet atau kertas alas benar-benar kering sebelum dimasukkan kembali. Jika perlu, ganti air minum dua kali sehari karena air yang terpapar udara lembap Musim Hujan lebih cepat terkontaminasi. Kebersihan yang buruk saat Musim Hujan sering menjadi penyebab utama serangan snot atau gangguan pernapasan pada Murai batu.
BACA JUGA: 9 Penyebab Murai Batu Jantan Tidak Mau Dijodohkan
4. Siasat Jemur Minim Matahari
Tantangan terbesar saat Musim Hujan adalah hilangnya sinar matahari yang krusial untuk penyerapan vitamin D dan mental Murai batu. Jika matahari muncul sebentar (meski hanya 10-15 menit), segera manfaatkan momen itu untuk menjemur Murai batu Anda (jemur tipis).
Namun, jika mendung bertahan berhari-hari, Anda bisa menggunakan alternatif lampu pijar (bohlam kuning) 5 watt yang diletakkan di dekat sangkar (bukan di dalam) untuk memberikan rasa hangat. Ingat, jangan memaksakan menjemur Murai batu saat langit mendung gelap karena angin Musim Hujan justru membawa penyakit.
BACA JUGA: 7 Perbedaan Murai Batu Trotol dan Pastol Perlu Anda Tahu
5. Pola Mandi yang Tepat
Mandi adalah kebutuhan, tetapi saat Musim Hujan, aktivitas ini bisa menjadi bumerang. Anda harus mengurangi frekuensi mandi Murai batu secara signifikan. Jika biasanya Murai batu mandi setiap hari, ubah menjadi 2-3 hari sekali atau hanya saat matahari terlihat cerah.
Hindari memandikan Murai batu pada sore atau malam hari karena risiko kedinginan sangat tinggi. Pastikan setelah mandi, Murai batu segera diangin-anginkan di tempat aman hingga bulunya setengah kering sebelum dikerodong kembali. Memaksa Murai batu mandi air dingin saat suhu udara rendah bisa memicu kram otot.
BACA JUGA: 8 Manfaat Terapi Embun Malam untuk Burung Murai Batu
6. Berikan Multivitamin Pendukung
Meskipun pakan sudah bagus, pertahanan tubuh Murai batu saat Musim Hujan tetap membutuhkan benteng tambahan. Berikan multivitamin khusus burung yang mengandung Vitamin C dan B-Kompleks untuk menjaga stamina Murai batu. Vitamin ini bisa Anda campurkan ke dalam air minum 2-3 kali seminggu.
Suplemen ini berfungsi menjaga sistem imun agar Murai batu tidak mudah drop saat cuaca berubah drastis. Perhatikan dosisnya, jangan berlebihan. Dengan kombinasi pakan hangat, kandang bersih, dan vitamin, Murai batu Anda akan tetap gacor dan sehat melewati ganasnya Musim Hujan.


