5 Perbedaan Settingan Murai Batu Tipe Panas vs Tipe Dingin

Halo kicau mania pemula! Kalian pasti pengen banget kan murai batu kesayangan tampil gacor maksimal? Nah, sebelum itu, kalian harus paham dulu nih tentang karakter burung yang kalian punya. Soalnya, murai batu itu ada dua tipe utama gais: tipe panas dan tipe dingin. Keduanya punya karakter yang beda banget dan butuh perawatan yang berbeda juga!

Murai batu tipe panas itu cenderung agresif, mudah emosi, dan super responsif sama lingkungan sekitar. Kalau dijemur dikit aja, langsung gelisah dan terbang kesana-kemari. Sebaliknya, murai batu tipe dingin jauh lebih santai, lambat dalam merespons, dan butuh stimulasi ekstra buat ngeluarin performa terbaiknya. Wah, beda banget kan karakternya?

Yang sering bikin pemula bingung tuh, mereka nerapin perawatan yang sama buat kedua tipe ini. Padahal kalau salah settingan, burung bisa over birahi, drop mental, atau bahkan nggak mau berkicau sama sekali lho! Makanya, yuk kita bahas lima perbedaan krusial dalam merawat kedua tipe murai batu ini!

Perbedaan Teknik Penjemuran

Nah, penjemuran ini aspek yang super penting gais dalam perawatan murai batu. Tapi durasinya beda banget antara tipe panas dan dingin! Buat murai batu tipe panas, kalian harus banget membatasi waktu penjemuran cuma 15-30 menit aja per hari. Kenapa? Karena burung tipe ini udah punya suhu tubuh yang tinggi secara alami. Kalau dijemur kelamaan, dia malah jadi semakin gelisah dan over emosi.

Bahkan ada praktisi yang nyaranin cukup diangin-anginkan aja, atau minimal penjemuran dilakukan seminggu sekali. Ciri khasnya, kalau dijemur, burung bakal terbang kesana-kemari dalam sangkar, nunjukin kalau dia nggak nyaman sama kondisi panas.

Sebaliknya nih, murai batu tipe dingin justru butuh penjemuran intensif banget! Kalian bisa menjemur burung tipe dingin selama berjam-jam dengan frekuensi minimal tiga kali seminggu. Burung tipe dingin akan keliatan sangat menikmati panas matahari dengan membuka sayap dan paruh, kayak lagi berjemur di pantai gitu deh. Penjemuran ini adalah kunci utama agar murai tipe dingin bisa gacor, karena membantu menaikkan birahi dan emosinya yang cenderung rendah. Tanpa penjemuran yang cukup, burung tipe dingin bakal tetap diam dan kurang aktif berkicau.

BACA JUGA: Cara Settingan Tangkringan Murai Batu (Posisi & Jenis Kayu)

Perbedaan Pemberian Extra Fooding (EF)

Extra fooding atau EF itu pakan tambahan yang super ngaruh ke performa murai batu kalian gais. Nah, di sinilah perbedaan paling krusial antara kedua tipe! Buat murai batu tipe panas, prinsipnya adalah “less is more” dengan fokus pada EF yang bersifat mendinginkan. Kalian cukup kasih jangkrik dalam jumlah sedikit, sekitar 3-5 ekor buat pagi dan sore hari.

Kroto sangat cocok untuk tipe panas karena bersifat dingin dan bisa meredam emosi yang terlalu tinggi. Selain itu, ulat bambu dan ulat pisang juga direkomendasikan karena punya efek mendinginkan suhu tubuh burung. Hindari pemberian ulat hongkong berlebihan pada tipe panas ya, karena justru akan meningkatkan birahi dan bikin burung semakin nggak terkontrol!

Sebaliknya lho, murai batu tipe dingin butuh EF dalam porsi lebih banyak dengan jenis yang bersifat menghangatkan. Kalian perlu kasih jangkrik dalam jumlah lebih besar, bisa mencapai 7-10 ekor atau bahkan lebih per hari. Ulat hongkong jadi pilihan utama untuk tipe dingin karena bisa menaikkan suhu tubuh dan memicu birahi yang lambat naik. Yang harus kalian hindari adalah pemberian kroto, ulat bambu, dan ulat pisang secara rutin pada tipe dingin karena bakal bikin suhu tubuh semakin menurun dan burung jadi nggak mau gacor.

BACA JUGA: Kapan Waktu Terbaik Memaster Murai Batu (Pagi, Siang, atau Malam?)

Perbedaan Frekuensi Pemandian

Frekuensi pemandian ini faktor penting yang sering diabaikan oleh pemula gais! Buat murai batu tipe panas, kalian harus mandiin dia setiap hari. Mandi harian ini berfungsi buat mendinginkan suhu tubuh burung yang cenderung tinggi dan menstabilkan emosi yang mudah meledak.

Burung tipe panas nggak akan ngalamin masalah meskipun dimandiin rutin karena suhu tubuhnya yang udah tinggi membutuhkan pendinginan. Mandi pagi sebelum dijemur sebentar jadi rutinitas yang ideal buat jaga kondisi burung tetap stabil.

Berbeda banget dengan tipe panas, murai batu tipe dingin justru harus jarang dimandikan! Frekuensi ideal untuk tipe dingin adalah cuma 1-2 kali dalam seminggu, bahkan bisa sampai dua minggu sekali kalau kondisi burung menunjukkan tanda-tanda penurunan suhu tubuh. Terlalu sering mandiin burung tipe dingin bakal bikin suhu tubuhnya turun drastis, mengakibatkan burung jadi drop, kurang aktif, dan enggan berkicau. Wah, bahaya banget kan kalau salah!

BACA JUGA: 10 Makanan Yang Burung Murai Batu Tidak Boleh Konsumsi

Perbedaan Pemilihan Voer

Pemilihan voer atau pakan utama harus disesuaikan dengan karakter dasar murai batu kalian agar bisa tampil gacor optimal gais! Buat murai batu tipe panas, kalian sebaiknya pilih voer dengan kadar protein rendah hingga sedang. Voer jenis ini biasanya berwarna hijau dan nggak terbuat dari bahan serangga murni. Tujuannya buat meredam birahi yang udah tinggi secara alami pada burung tipe panas. Kalau kalian kasih voer tinggi protein, emosinya malah bakal semakin meningkat dan jadi nggak stabil.

Sebaliknya nih, murai batu tipe dingin perlu voer dengan kadar protein tinggi. Pilihlah voer yang berwarna coklat atau merah dengan bahan utama dari serangga atau insect blend. Voer tinggi protein ini berfungsi buat menaikkan suhu tubuh burung dan memicu birahi serta emosi yang cenderung lambat naik.

BACA JUGA: Cara Agar Murai Batu Nurut Dengan Pemiliknya

Perbedaan Settingan Menjelang Lomba

Buat murai batu tipe panas, settingan H-3 hingga hari H fokus pada peredaman emosi. Mulai H-3, kurangi pemberian jangkrik dan mulai berikan kroto untuk menenangkan burung. Isolasi burung dari murai lain agar nggak terpancing emosi berlebihan. Penjemuran dikurangi drastis atau bahkan dihilangkan sama sekali.

Sebaliknya, settingan lomba untuk murai tipe dingin justru fokus pada peningkatan birahi dan emosi. Mulai H-3, tingkatkan porsi jangkrik jadi 10 ekor pagi dan 5 ekor siang. Pada H-1, bisa dikasih kelabang 1 ekor untuk boost ekstra. Penjemuran dilakukan lebih lama untuk memancing birahi.

Dengan memahami lima perbedaan ini, kalian bisa merawat murai batu dengan tepat sesuai karakternya. Ingat ya gais, konsistensi dan observasi harian itu kunci utama supaya burung kesayangan kalian bisa gacor maksimal!

Scroll to Top